Pewarta: H Amir.
Kota Tasik,Hallo Berita Online.Com-Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan,ST.,MBA menghadiri kegiatan silaturahmi DKM Se-Kota Tasikmalaya dan doa bersama untuk keselamatan bangsa di Taman Kota, Minggu malam (28/12/25).
Wali Kota Tasikmalaya,Viman Alfarizi Ramadhan, ST.,MBA mengatakan pihak Pemerintah Kota Tasikmalaya menyampaikan apresiasi setinggi- tingginya kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menyiapkan acara dengan rapi dari lomba Nadhom Tauhid, yang menghadirkan semangat anak-anak dan para utusan DKM, serta sampai rangkaian grand opening dan agenda do’a bersama malam ini. Kegiatan seperti ini terlihat sederhana, tapi dampaknya besar: menjaga tali silaturahmi, menguatkan nilai tauhid, dan merawat rasa cinta kita pada ilmu serta adab.
Tema kita sangat jelas dan sangat penting: penguatan ukhuwah untuk mempertahankan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Tasikmalaya dikenal sebagai kota santri dan “kota santri” itu bukan label, tapi laku hidup: saling menguatkan, saling mendoakan, saling menjaga. Di situlah masjid hadir bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi sebagai pusat keteduhan: tempat kita belajar sabar, belajar rukun, dan belajar menjadi manusia yang bermanfaat. Dalam bahasa Sunda, kita sering diingatkan: silih asah, silih asih, silih asuh yang kalau dirawat, insya Allah ukhuwah itu tidak mudah retak oleh hal-hal kecil.
Menjelang penghujung 2025, izinkan saya menyampaikan highlight singkat ringan, tapi berbobot tentang ikhtiar yang sedang kita dorong bersama. Di bidang penguatan kehidupan keagamaan, pemerintah kota terus mendorong fasilitasi pondok pesantren, pendidikan diniyah, dan perbaikan sarana prasarana keagamaan. Termasuk program OHAN Hafizh yang keagamaan, pemerintah kota terus mendorong fasilitasi pondok pesantren, pendidikan diniyah, dan perbaikan sarana prasarana keagamaan. Termasuk program OHAN Hafizh yang sudah berjalan dengan peserta yang telah terjaring, sebagai bagian dari upaya menumbuhkan generasi penghafal Al-Qur’an di tiap kelurahan. Di saat yang sama, kita juga menguatkan layanan dasar: upaya pemenuhan gizi dan suplemen, dukungan jaminan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan, perbaikan layanan kebersihan dengan penambahan armada dan kontainer, hingga pemeliharaan jalan dan penerangan jalan umum, semua ini kita jalankan sebagai kerja bersama, yang terus kita rapikan langkah demi langkah.
Ikhtiar-ikhtiar itu kita arahkan agar sejalan dengan visi besar kota: Tasikmalaya sebagai Kota Industri, Jasa, dan Perdagangan yang Religius, Inovatif, Maju, dan Berkelanjutan. Visi ini tidak berdiri sendiri, ia ditopang misi penguatan kualitas SDM dan kehidupan religius-berbudaya, penguatan ekonomi yang berkeadilan dan berdaya saing, tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, infrastruktur yang merata, serta pembangunan yang berkelanjutan. Dan saya percaya, malam ini adalah potret yang indah dari kata “religius” dan “berbudaya” itu bukan dalam slogan, tapi dalam kebersamaan.
Ada fakta menarik yang membuat saya merenung: penduduk Kota Tasikmalaya jumlahnya sekitar 770 ribu jiwa. Artinya, satu do’a yang kita panjatkan malam ini, kalau tulus, bisa menjadi kebaikan yang dampaknya dirasakan oleh sangat banyak keluarga dari anak-anak kita di rumah, pedagang kecil di pasar, sampai para pekerja yang sedang berjuang menafkahi keluarganya. Karena itu, do’a bukan pelarian do’a itu energy yang menenangkan hati, lalu menguatkan langkah untuk bekerja lebih baik.
Baca Juga:Wabup Ramzi Geys Thebe: Pemkab Cianjur Akan Hentikan Izin Alih Fungsi Lahan Sementara
Sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru. Saya ingin menitip pesan sederhana: mari sambut pergantian tahun ini dengan do’a, bukan euforia. Dengan muhasabah, bukan konvoi. Dengan menjaga keselamatan, bukan menantang bahaya. Saya mengajak para orang tua untuk menguatkan pengawasan dan perhatian pada anak-anaknya, saya mengajak para pemuda untuk menunjukkan kelasnya sebagai generasi beradab, dan saya mengajak kita semua untuk menjadikan akhir tahun sebagai momen self-reflection. apa yang sudah baik kita syukuri, apa yang kurang kita perbaiki, apa yang masih tertunda kita rapatkan bareng-bareng
“Dan karena di rangkaian acara ini juga ada penggalangan dana bantuan, saya ingin menegaskan satu hal: kepedulian sosial adalah wajah paling nyata dari iman. Apa pun bentuknya infak, sedekah, tenaga, atau sekadar membantu menguatkan informasi semua punya nilai. Semoga kolaborasi panitia bersama BAZNAS dan seluruh elemen yang terlibat benar-benar sampai pada mereka yang membutuhkan, tepat sasaran, dan membawa harapan baru, “katanya

