Sementara, Ketua DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya KH Aminudin Bustomi, M.Ag menjelaskan, kegiatan doa bersama ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali peran masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat dakwah dan pemberdayaan umat.
Baca Juga:Kapolres dan Bupati Purwakarta Turun Langsung Tangani Longsor di Jatiluhur
Masjid itu bukan hanya tempat ibadah, tapi juga lembaga dakwah dan pemberdayaan, baik sosial maupun ekonomi. Ini hasil musyawarah para ketua DKM agar ada perspektif lain dalam memakmurkan masjid,
Penguatan peran takmir masjid menjadi penting karena masjid dinilai sebagai benteng moral dan spiritual masyarakat.
Menurutnya, kedekatan manusia dengan Sang Khalik paling kuat dibangun melalui masjid.Ini benteng dari musibah dan bencana. Mudah-mudahan setelah kegiatan ini, kesadaran memakmurkan masjid bisa terus berjalan.
Ke depan, DKM se-Kota Tasikmalaya berencana menggelar kajian rutin bulanan di seluruh masjid, mulai dari masjid besar hingga masjid jami, bahkan menyasar lebih dari seribu masjid yang ada di Kota Tasikmalaya.Jadwal bus Nataru.
Agenda silaturahmi antartakmir juga akan dikemas dalam berbagai bentuk, termasuk kegiatan luar ruang.
Menjelang pergantian tahun, Aminudin juga menekankan pentingnya reformulasi euforia tahun baru.
Ia menyebutkan bahwa suasana akhir tahun seharusnya diisi dengan istigfar dan doa, seiring empati terhadap musibah yang terjadi di sejumlah daerah seperti Aceh dan Sumatera Barat.
“Euforia pergantian tahun harus direformulasi. Kalau perlu istigfar nasional. Ini salah satu rangkaian ikhtiarnya,”pungkasnya.

