Wali Kota Tasik, Viman Alfarizi, Laksanakan Monitoring Transformasi Budaya Kerja ASN di Lingkungan Pemkot Tasik

Jangkauan ini satu bulan akan kita lihat seperti apa dampaknya. Kita juga akan evaluasi penghematan energinya. Selain di hari Jumat, kita pastikan yang WFH memang di rumah.

Saat sidak, ditemukan sejumlah bagian seperti Bagian Hukum dan Bagian Ekonomi tetap aktif bekerja melalui Zoom. Ia mengapresiasi kedisiplinan itu.

Tidak ada yang bercanda. Semua rapat jalan, kerja jalan meski lewat daring.

Selain WFH, Pemkot Tasikmalaya juga tetap memberlakukan Computatinal Fluid  Dynamics (CFD) setiap Rabu. Meski Viman menyebut istilah CFD sebagai upaya penghematan energi berbahan fosil, tujuannya tetap ganda, yaitu kesehatan pegawai dan pengurangan emisi.

Baca Juga:Bupati Ciamis Dorong Program Makanan Bergizi Gratis Jadi Motor Penggerak Ekonomi Lokal

Untuk CFD, luasan wilayahnya tidak terlalu besar, tentu tidak terlalu berpengaruh bagi kendaraan dinas yang beraktivitas di Kota Tasik. Tapi tetap kita lakukan CFD setiap hari Rabu untuk kesehatan dan energi.

Terkait pengawasan pegawai WFH, sistem sudah disiapkan. Pemkot tidak menggunakan GPS untuk memantau pergerakan ASN, melainkan lewat sistem absensi digital dan aplikasi kerja.

Oh tidak, kita punya absen tiga kali sehari dan aplikasi juga ada. Itu pengawasannya. Rapat melalui Zoom, laporan pekerjaan tetap masuk. Jadi tetap terpantau.

Yang melaksanakan WFH adalah para pejabat ASN di luar eselon II dan III, terutama yang tugasnya bersifat administratif dan tidak melayani masyarakat secara langsung. Dengan skema ini, Pemkot berharap konsumsi listrik, penggunaan AC, dan operasional gedung bisa ditekan signifikan.

“Langkah WFH ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tasikmalaya dalam efisiensi anggaran dan transisi menuju budaya kerja berbasis kinerja, bukan kehadiran fisik semata, “pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *