Pada bagian akhir sambutan ini izinkan saya mengajak seluruh anggota Korpri dimanapun berada untuk mengambil sikap KORPRI SIAGA. Mari kita jadikan momentum hari Peringatan ke 54 Tahun Korpri sebagai bentuk Apel Kesiapsiagaan Korpri untuk menutup tahun 2025 dan mengawali tahun 2026. Selanjutnya, Saya mengajak seluruh anggota Korpri yang berjumlah 5,5 Juta ASN untuk terus siap siaga. Delapan Tekad Kesiapsiagaan Korpri mari kita laksanakan dengan penuh kekompakan dan soliditas:
Pertama, Perkuat persatuan dan soliditas korps. Jadikan KORPRI sebagai rumah besar seluruh ASN yang kokoh, kompak, dan setia pada Pancasila, UUD 1945, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kedua, Tegakkan netralitas dan integritas. ASN harus berdiri di atas semua kepentingan politik, menjunjung etika jabatan, dan dengan menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas, dan kerja trengginas, serta menjadi teladan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ketiga, Tingkatkan profesionalisme dan kompetensi. Bangun budaya kerja yang unggul, berbasis merit, serta berorientasi hasil agar pelayanan publik semakin cepat, efisien, dan berkualitas. Kuatkan semangat pengabdian dan pelayanan. Bekerjalah dengan hati, layani rakyat dengan empati, dan hadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat. Dorong inovasi dan adaptasi digital. KORPRI harus menjadi motor transformasi digital birokrasi, memanfaatkan teknologi untuk mempercepat pelayanan public dan memperkuat transparansi pemerintahan;
Keempat, Tanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Hindari segala bentuk penyimpangan, termasuk korupsi, kolusi, nepotisme, dan pungutan liar. Jadilah aparatur yang bersih dan berwibawa.
Kelima, Seluruh ASN untuk siaga bencana. Mari Bersama-sama kita tumbuhkan empati untuk saling membantu. Saya minta semua ASN bahu-membahu untuk membantu saudara kita yang sedang tertimpa musibah banjir di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan di daerah bahu-membahu untuk membantu saudara kita yang sedang tertimpa musibah banjir di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan di daerah lain yang membutuhkan.
Keenam, Peningkatan Pendapatan Negara dan Daerah harus menjadi fokus dari seluruh ASN. Perbaikan tata Kelola belanja negara dan daerah harus menjadi perhatian agar efektif dan efisien untuk mewujudkan ASTA CITA. Anggota Korpri agar Bersama-sama bisa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 8%, mencegah kebocoran anggaran, memetakan kebutuhan dan Pembangunan jembatan, sekolah, puskesmas, air bersih dan hal-hal lain yang menjadi kebutuhan langsung Masyarakat.
Ketujuh Korpri mengawal Reformasi Birokrasi agar bisa menuntaskan penyelesaian masalah kemiskinan, anak tidak sekolah, mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 8%, mendorong pendapatan negara dan daerah, mencegah kebocoran anggaran. Reformasi Birokrasi harus dikawal agar mensejahterakan ASN dan Pensiunan ASN, semakin melindungi dan memudahkan karir ASN dan ujungnya adalah membuat rakyat Indonesia berbahagia.
Kedelapan, Jaga nama baik KORPRI dan ASN. Jadikan setiap langkah dan karya sebagai wujud pengabdian terbaik kepada bangsa. ASN KORPRI harus menjadi kekuatan moral dan birokrasi yang menuntun Indonesia menuju masa depan yang maju, berdaulat, dan berkeadilan. Korpri setia hingga akhir kepada negara.
Baca Juga:Wamenhut RI: Sumedang Jadi Contoh Integrasi Data untuk Pengambilan Keputusan yang Tepat
Saya percaya, dengan semangat kebersamaan dan pengabdian yang tulus, KORPRI akan terus menjadi kekuatan moral, sosial, dan birokrasi yang meneguhkan pemerintahan yang bersih, efektif, dan berkeadilan. Dari semangat itulah tumbuh integritas, disiplin, dan tanggung jawab aparatur dalam menjalankan tugas kenegaraan. KORPRI harus senantiasa hadir sebagai penggerak pelayanan publik yang andal, wadah persatuan ASN di seluruh Indonesia, serta pilar penting dalam perjalanan menuju Indonesia yang maju dan bermartabat.
Tidak ada pilihan lain kecuali KORPRI harus kompak, solid, satu suara, dan satu langkah dalam memperjuangkan kepentingan aparatur serta memperkuat pengabdian sebagai pelayanan masyarakat, dan memperkuat pengabdian sebagai pelayanan masyarakat, dan KORPRI merupakan wadah tunggal dan satu korps yang menyatukan semua ASN tanpa kecuali, menjadi rumah besar bagi seluruh ASN, satu wadah organisasi (Single Bar), menjaga standar etik, disiplin, dan integritas profesi secara nasional.
KORPRI harus menyatukan hati, pikiran dan tenaga untuk persatuan, kesatuan dan persaudaraan. Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong royong, toleran, menuju satu arah pembangunan nasional untuk mewujudkan Indonesia adil, dan makmur menuju Indonesia Maju pada Tahun 2045.
Baca Juga:Dialog Publik Membuka Kotak Pandora Untuk Merangkai, Subang Yang Terkoyak
” Saya mengajak seluruh anggota KORPRI untuk terus berinovasi, memperkuat pengabdian, serta bekerja sepenuh hati untuk kemajuan bangsa dan negara. Pengabdian saudara senantiasa dinantikan oleh masyarakat. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa melimpahkan rahmat, petunjuk, dan kekuatan kepada kita semua, khusunya KORPRI dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab sebagai pelayanan masyarakat dan abdi negara, “pungkasnya.

