“Metode ini diterapkan untuk menjaga kualitas, kesegaran, serta mencegah potensi risiko makanan tidak layak konsumsi,”jelasnya.
Selain proses yang baik, kualitas menu juga mendapat pujian. Wamen menerangkan bahwa menu yang dibagikan tergolong seimbang, terdiri dari sayuran, dua jenis protein (double protein), nasi, buah, serta susu tambahan untuk ibu hamil dan balita.
Baca Juga:HUT PGRI Ke-80, Bupati Subang: Apresiasi Donasi Para Guru Untuk Korban Bencana Alam
“Menu-menu ini menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya fokus pada distribusi, tetapi juga benar-benar memperhatikan nilai gizinya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa selama peninjauan, para ibu hamil, balita stunting mengaku senang menerima paket MBG yang mereka terima setiap hari. Program ini sendiri telah berjalan selama 14 hari dan mendapat respon positif dari berbagai kalangan. Wamen berharap cakupan penerima MBG, baik untuk ibu hamil maupun balita stunting, dapat semakin diperluas.Pendistribusian yang tepat waktu membuat makanan tetap segar untuk dikonsumsi.
“Saya berharap program ini mampu memberikan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat, dan pada akhirnya benar-benar mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045 yang sehat, kuat, dan tangguh,” tutur Wamen.
Sementara itu, Kapolres Muara Enim AKBP Jhoni Eka Putra, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kasi Humas AKP RTM Situmorang, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan Wamen BKKBN.
Baca Juga:Polres Purwakarta Ikuti Anev Mingguan Quick Wins Presisi Secara Daring
Ia berharap SPPG Polres Muara Enim II dapat terus meningkatkan kualitas layanan agar manfaat program MBG semakin dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,”imbuhnya.

