Lebih lanjut, Diky menyampaikan,di titik ini, saya ingin sampaikan: Pemerintah Kota Tasikmalaya menyambut baik dan mendukung kegiatan-kegiatan pesantren dan alumni seperti ini. Karena kita punya visi besar, yaitu Tasikmalaya sebagai Kota Industri, Jasa dan Perdagangan yang Religius, Inovatif, Maju, dan Berkelanjutan.
“Visi ini tidak mungkin berdiri hanya dengan bangunan dan program, tapi harus ditopang oleh manusia-manusia yang berkarakter, berilmu, dan berakhlak. Dan di situlah pesantren punya peran yang sangat nyata,”ungkapnya.
Menurutnya,maka ketika kita bicara misi pembangunan tentang meningkatkan kualitas SDM, menguatkan ekonomi yang berkeadilan, memperbaiki tata kelola, memperluas pemerataan layanan, sampai menjaga pembangunan yang berkelanjutan di dalamnya selalu ada kebutuhan yang sama: nilai. Nilai untuk jujur, nilai untuk disiplin, nilai untuk tangguh, nilai untuk melayani. Dan pesantren selama ini menjadi salah satu sekolah nilai terbaik yang dimiliki bangsa ini.
“Karena itu pula, dalam program prioritas daerah, kami mendorong penguatan “Tasik Religius” sebagai ikhtiar bersama menjaga ruh Kota Tasikmalaya yang selama ini dikenal sebagai Kota Santri. Dan baru-baru ini, kita juga menguatkan langkah melalui program SI OHAN HAFIZH (Ohan Hafizh) ikhtiar menumbuhkan hafizh dari setiap kelurahan, agar generasi kita punya pegangan nilai yang kuat sejak dini. Ini bukan sekadar program seremonial; ini ikhtiar membangun benteng moral, membangun ketenangan sosial, dan membangun karakter warga untuk jangka panjang,”imbuhnya.
Di kesempatan yang baik ini,Diky Chandra mengajak keluarga besar WAKAPPA, para alumni lintas angkatan, juga seluruh jamaah: mari kita sukseskan ikhtiar-ikhtiar kebaikan ini bersama-sama. Alumni itu kekuatannya bukan hanya di jumlah, tapi di jejaring dan keteladanan. Ada yang jadi guru, pengusaha, aparatur, pekerja profesional, tokoh masyarakat, juga orang tua hebat di rumah semuanya punya “impact”. Kalau alumni mau bergerak bareng, insyaAllah manfaatnya terasa: untuk adik-adik santri, untuk lingkungan sekitar pesantren, dan untuk Kota Tasikmalaya yang kita cintai.
Saya titip satu pesan sederhana: jangan putus hubungan dengan guru, jangan lelah menjaga adab, dan jangan ragu mengambil peran. Kota ini butuh banyak tangan baik. Kita boleh berbeda bidang, berbeda kesibukan, berbeda jalan hidup, tapi tujuan kita sama: menghadirkan kebaikan di tengah masyarakat. Bahasa Sundanya, hayu urang terus nguatkeun “silih asih, silih asah, silih asuh” saling mengasihi, saling menguatkan, saling membimbing.
“Akhirnya, sekali lagi selamat milad untuk Pondok Pesantren Al-Urwatul Wustha, selamat reuni untuk WAKAPPA. Semoga acara malam ini berjalan lancar, penuh berkah, dan pulangnya kita membawa hati yang lebih tenang serta tekad yang lebih kuat untuk menjadi pribadi yang bermanfaat, “pungkasnya
Sementara di tempat terpisah, Nandang Ali Nurjaman, mengatakan, kegiatan yang diadakan pada malam ini merupakan kegiatan puncak dari seluruh rangkaian kegiatan Milad ke-45 Pondok Pesantren Al-Urwatul Wustha dan Reuni Wakappa (Wadah Keluarga Besar Alumni Pondok Pesantren Al Urwatul Wustha) yang Ke-36.
“Kegiatan ini diselenggarakan sejak tanggal 13 Desember sampai dengan tanggal 21 Desember 2025 yang diisi dengan beberapa rangkaian kegiatan. Antara lain perlombaan-perlombaan, konvoi, ziarah dan kreasi seni,” pungkasnya.

