Dalam rakor tersebut banyak masukan dan informasi penting untuk penanganan stunting ke depan.
Menindaklanjuti arahan dari bapak Wakil Gubernur Jawa Barat itu, Diky menegaskan Pemkot Tasikmalaya berkomitmen penuh mendukung percepatan penurunan stunting lewat program intervensi langsung di tingkat kelurahan. Dua program unggulan yang kini berjalan adalah Pembiakan Ayam Ras Petelur (Paraslur) dan Kangkung Subsidi Lele (KangSule).
Baca Juga:Respon Cepat, Satpolair Polres Purwakarta Evakuasi Jenazah Pria di Atas Perahu Waduk Jatiluhur
Saat ini kami telah mengembangkan program Paraslur dan KangSule, dan sudah berjalan di beberapa kelurahan.
Program Paraslur mendorong keluarga berisiko stunting memelihara ayam petelur agar kebutuhan protein harian dari telur dapat terpenuhi secara mandiri. Sementara KangSule mengintegrasikan budidaya kangkung dan lele sebagai sumber protein dan sayuran bergizi yang murah serta mudah diakses.
Usai menghadiri rakor, Diky tidak langsung pulang. Ia melanjutkan agenda pertemuan dengan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat untuk membahas akses jalan menuju SMAN 11 Tasikmalaya.
“Tadi usai menghadiri Rakor, saya langsung ke Bapenda Provinsi Jabar untuk membahas akses jalan SMAN 11. Ya, sambil menyelam minum air lah,” candanya.
Meski SMA merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi, ia merasa perlu menginformasikan persoalan tersebut demi kenyamanan siswa dan guru. Saat ini akses jalan menuju SMAN 11 belum ada dan membutuhkan pembebasan lahan serta pembangunan infrastruktur jalan.
“Namun dengan efisiensi di Pemkot serta keterbatasan anggaran yang ada, kami berharap Pemerintah Provinsi bisa membantu perihal akses jalan ke SMAN 11,” pungkasnya.

