Walau tersenyum, Kang Diky Chandra mengatakan marwah Musrenbang yang adalah milik Pemkot sering ternoda karena Musrenbang hanya dianggap seremonial saja.
Salah satu penyebab turunnya marwah Musrenbang adalah dari kedinasan itu sendiri, Dinas diajak berdiskusi atau hadir di Forum group diskusi ( FGD) musrenbang tidak hadir.
Apakah ada dinas yang merasa lebih hebat ketimbang dinas lain sehingga merasa tidak penting hadir? Atau karena apa?
Baca Juga:Kembali Digelar Festival Budaya Tahunan Perang Air Cian Cui di Selatpanjang Kota Kepulauan Meranti
Tentulah apa yang di sampaikan ini cukup tajam tapi menyampaikannya dengan tersenyum, saya senyumin aja, nanti saya dianggap galak, atau kalau saya tegas nanti disalahkan.
“Kami berharap Musrenbang Sektoral ini dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil yang bermanfaat bagi Kota Tasikmalaya, ” harap Diky Chandra.

