Wawalkot Tasik, Diky Chandra Bersama Senator Komeng Hadiri Penyaluran Bantuan ATENSI Terpadu Di Kecamatan Tawang

Oleh karena itu, saya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang selama ini telah terjalin. Sinergi Pemerintah Kota Tasikmalaya dengan Kementerian Sosial, khususnya bersama Sentra Terpadu Pangudi Luhur yang telah dilaksanakan diantaranya dalam pelayanan rehabilitasi sosial bagi PPKS, penyaluran ATENSI, respon kasus, dan pelatihan kewirausahaan.

Secara nasional, pendekatan ATENSI memang dirancang sebagai layanan rehabilitasi sosial yang holistik, sistematik, dan terstandar agar warga rentan dapat kembali berfungsi secara wajar di tengah masyarakat. Begitu pula kolaborasi Pemerintah Kota Tasikmalaya dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melalui Dinas Sosial terus bekerja sama baik untuk rujukan PPKS terlantar maupun rujukan pelatihan vokasional milik pemerintah provinsi, termasuk penguatan Program Kampung Sosial di Kota Tasikmalaya.

Hal lain yang juga menjadi perhatian kami adalah soal Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Sosial telah menjalankan peran yang krusial sebagai verifikator, validator, sekaligus pembaharu data lapangan secara berkala agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran. Dinas Sosial memfasilitasi pengusulan, pemutakhiran data, hingga membantu penyelesaian kendala administratif, termasuk proses usul-sanggah bersama pendamping sosial. Saat ini, arah kebijakan nasional melalui DTSEN menuntut data sosial-ekonomi yang makin akurat, terintegrasi, dan terus diperbarui.

Pemerintah pusat menegaskan bahwa pemutakhiran dilakukan secara berkala setiap tiga bulan, dengan ruang pengusulan yang bisa berjalan terus, dan mekanisme formalnya memang bertumpu pada rantai kerja dari wilayah ke pemerintah daerah lalu ke pusat. Dalam konteks itulah, peran operator kelurahan melalui SIKS-NG menjadi sangat penting, karena dari level paling dekat dengan warga itulah data didorong ke sistem, diverifikasi, lalu dipastikan kembali agar sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Baca Juga:Bupati Ciamis Dorong Program Makanan Bergizi Gratis Jadi Motor Penggerak Ekonomi Lokal

Pada kesempatan ini, bantuan ATENSI dari Kementerian Sosial yang akan diserahkan juga sangat konkret dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Berdasarkan data yang kami terima, total penerima manfaat yang akan menerima bantuan ATENSI yang mencakup bantuan Nutrisi 169 orang, Sarana Kamar 437 orang, Sarana Dapur 222 orang. Kebersihan Diri 301 orang, Peralatan Sekolah 138 orang, Tunggakan Sekolah 5 orang serta Bantuan Kewirausahaan untuk Penyandang Disabilitas dan Kelompok Rentan sebanyak 30 orang. Ini menunjukkan bahwa bantuan sosial yang diberikan menyentuh kebutuhan hidup sehari-hari, mendukung keberlanjutan pendidikan, sekaligus membuka ruang kemandirian ekonomi bagi warga yang membutuhkan.

Karena itu, saya memandang kegiatan ini sebagai wujud nyata bahwa pelayanan sosial yang baik harus hadir secara utuh, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Hal ini juga merupakan wujud nyata bahwa pemerintah benar-benar hadir di Tengah masyarakat.

“Akhirnya, saya menyampaikan terima kasih sekali lagi kepada Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Kementerian Sosial Republik Indonesia. Semoga kegiatan ini membawa manfaat, menghadirkan keberkahan, dan menjadi penguat ikhtiar bersama dalam meningkatkan kesejahteraan sosial, ” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *