Usai Kasus SMAN 3 Tasik, Rani Permayani Siapkan Program Baru untuk Pelajar

Pewarta:H Amir.

Kota Tasik,Hallo Berita Online.Com-Dengan adanya kejadian yang sempat viral di media, pihaknya atas dasar koordinasi dari Kanit PPA Polres Tasikmalaya Kota. Alhamdulillah sudah mendampingi beliau- beliau untuk melaksanakan cek lokasi, olah TKP dan koordinasi dengan pihak sekolah.

Kami menyampaikan kepada pihak-pihak terkait baik itu kepada pihak Kepolisian, penyidikan, kepada pihak sekolah terutama ke pihak orang tua baik korban maupun pelaku untuk memberikan advice pendampingan, baik itu pendampingan secara sosial maupun psikolog.

Hal tersebut disampaikan Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tasikmalaya Epi Mulyana kepada awak media saat ditemui pada Rabu (30/09/2026).

Mengingat hasil koordinasi ibu Kanit dengan jajaran pihak sekolah lihat data, pelapor atau korban dan terduga terlapor atau pelaku itu usianya masih anak-anak.

Baca Juga:Dukung Program Pemerintah, Perhutani KPH Bandung Utara Bersama BPBD Subang Laksanakan Penanaman Pohon di Lokasi Wisata Hutan 

Maka kami sebagai institusi pemerintahan hadir di situ untuk menjadi penengah dari kepentingan masyarakat dan juga pemenuhan hak anak berdasarkan Undang-undang.

Tidak melihat siapa yang salah dan benar, sehingga pada saat kita menerjemahkan kenapa ya yang salah di bela bukan. Itu ada hak-hak yang harus di penuhi.

Urusan benar salah, urusan hukum itu sudah ada penanganan oleh penyidik dari PPA Polres, kami pada saat itu untuk memberikan ketenangan agar si anak nanti sebagai terduga pelapor juga memberikan laporannya jelas.

Terduga pelaku memberikan kesaksiannya juga jelas tidak ada intimidasi, tidak ada tekanan, sehingga terang benderang bukan mencari kesalahan tapi untuk membuka solusi yang terbaik.

Baca Juga:Ketua Umum YBAN Desak Budi Kurnia Mundur, Soroti Dugaan “Penumpang Gelap” dalam Acara Harmoni Tanpa Batas HUT Ciamis ke-384

“Kami berikan peluang kepada semua pihak untuk kalau mang segera butuh mangga. Kami pun sudah lapor kan ke pimpinan, pak Kadis, pak Wali, Pak Wakil, ibu Wali ibu Wakil walikota kenapa, karena pimpinan kami akan lebih bijak dalam menentukan arah kebijakan dan memberikan arahan kepada kami, “tuturnya.

Istri Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara yaitu Hj.Rani Permayani, menuturkan upaya mencegah kenakalan remaja dan perundungan di lingkungan sekolah akan diperkuat melalui program kolaborasi dengan sejumlah organisasi non-pemerintah atau NGO.

Program tersebut nantinya menyasar pelajar tingkat SMP, SMA, SMK dan sederajat. Salah satu program yang disiapkan yakni kajian interaktif bersama siswa hingga layanan hipnoterapi untuk membantu mengungkap persoalan yang mungkin sulit disampaikan secara langsung oleh anak.

Sejumlah NGO telah menghubunginya dan menawarkan program yang berkaitan dengan penanganan kenakalan remaja, mulai dari persoalan geng motor hingga perundungan di lingkungan pendidikan.

Baca Juga:Siswa Binaan Demode Artist Management, Salwa Azia Althafunisa, Raih Pinilih 1 ” Pasanggiri Ujang Nyai 2026 “Ciamis

Saya ada rencana ke depan, ada beberapa NGO yang sudah menghubungi saya. Mereka memiliki program yang menangani kenakalan remaja, mulai dari geng motor dan perundungan.

Program tersebut nantinya tidak hanya berupa sosialisasi, tetapi langsung menyentuh lingkungan sekolah.

Ia menilai pendekatan kepada pelajar perlu dilakukan secara lebih interaktif, sehingga anak tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai dampak kenakalan remaja, tetapi juga memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

Jadi ingin ada program yang langsung ke sekolah-sekolah menangani hal ini. Terutama di usia SMP, SMA dan SMK sederajat.

Salah satu bentuk kegiatan yang akan dikolaborasikan dengan NGO tersebut adalah kajian interaktif bersama para siswa.

Baca Juga:Jalan Sehat KAHMI, Kapolres Purwakarta Perkuat Silaturahmi dan Sinergi

Selain itu, akan disiapkan pula pendekatan melalui hipnoterapi. Menurutnya, metode tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu menggali persoalan yang selama ini sulit diungkapkan oleh siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *