Ragam  

KOMPAS Soroti Minimnya Ruang Dialog Publik, Ahmad Irfan Kritik dan Dukungan Sama-Sama Demi Pangandaran

Pewarta:Iyut K.

PANGANDARAN,HALLO BERITA ONLINE. COM-Masyarakat Kabupaten Pangandaran dinilai membutuhkan ruang dialog terbuka sebagai wadah menyampaikan aspirasi, kritik, dan saran demi mendorong pembangunan daerah yang lebih baik.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komunitas Masyarakat Pangandaran Sauyunan (KOMPAS), Ahmad Irfan Alawi, usai menghadiri kegiatan Evaluasi dan Refleksi 14 Tahun Kabupaten Pangandaran di Sagati Kopi, Sabtu (31/10/2026).

Menurut Ahmad Irfan, antusiasme masyarakat dalam forum tersebut menunjukkan adanya kerinduan terhadap ruang komunikasi yang memungkinkan masyarakat menyampaikan pandangan secara terbuka, termasuk mengevaluasi kinerja pemerintah daerah.

Ia menegaskan, masyarakat yang mendukung maupun mengkritisi pemerintah pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yakni menginginkan Pangandaran semakin maju.

Baca Juga:Sosialisasi Operasi Patuh Lodaya 2026, Satlantas Polres Purwakarta Edukasi Masyarakat Lewat Radio

“Yang pro maupun kontra itu sebenarnya sama-sama sayang kepada Pangandaran. Keduanya menginginkan daerah ini menjadi lebih baik dari kondisi sekarang,” ungkapnya.

Ahmad Irfan menilai, pemerintah daerah masih memiliki waktu sekitar tiga tahun ke depan untuk melakukan pembenahan dan menjawab berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.

Karena itu, hasil refleksi tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi diskusi, tetapi dapat dijadikan bahan evaluasi oleh pemerintah daerah dan DPRD dalam menentukan kebijakan pembangunan.

Ia juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi mengenai capaian pembangunan selama 14 tahun Kabupaten Pangandaran berdiri, termasuk program yang telah dilaksanakan serta rencana pembangunan ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *