Ragam  

KOMPAS Soroti Minimnya Ruang Dialog Publik, Ahmad Irfan Kritik dan Dukungan Sama-Sama Demi Pangandaran

Baca Juga:Sekda Subang Hadiri Penandatanganan Pre-Feasibility Studi Agreement Antara Lng Korea Dengan Pt Lapi Itb

Terkait ketidakhadiran Bupati Pangandaran Citra Pitriyami dan Presidium Pemekaran dalam forum tersebut, Ahmad Irfan berharap pada kesempatan berikutnya para tokoh tersebut dapat hadir untuk berdialog langsung dengan masyarakat.

Menurutnya, kehadiran tokoh pemekaran, mantan Bupati Jeje Wiradinata, serta Bupati Citra Pitriyami penting untuk menjelaskan perjalanan, cita-cita awal pemekaran, hingga arah pembangunan Pangandaran saat ini dan mendatang.

Lebih lanjut, KOMPAS berencana menyampaikan hasil rekomendasi forum kepada Presidium Pemekaran, pemerintah daerah, khususnya Bupati Citra Pitriyami, serta DPRD Kabupaten Pangandaran.

Ia berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan masyarakat mendapat perhatian serius dan tidak berhenti sebagai catatan pertemuan semata.

Baca Juga:Calon Ketua PWI Jabar Tantan Sosialisasikan Visi dan Lima Program kepada PWI Priangan Timur di Ciamis

Ahmad Irfan juga menegaskan bahwa kegiatan refleksi tersebut bukan bentuk kebencian terhadap kepala daerah ataupun pihak tertentu. Sebaliknya, kritik merupakan wujud kepedulian masyarakat terhadap masa depan Pangandaran.

“Kita tidak membenci siapa pun. Tidak ada keuntungan dari membenci. Yang kita inginkan adalah perubahan nyata dalam pelaksanaan pemerintahan,” tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, KOMPAS berharap ruang dialog antara masyarakat dan pemangku kebijakan dapat terus dibangun.

Dengan demikian, perbedaan pendapat tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi kekuatan untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan dan mewujudkan pembangunan Kabupaten Pangandaran yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *