Perbedaan, tidak harus lantas menjadikan putus hubungan kekeluargaan. Namun, agama bisa jadi pemersatu, ulama bisa jadi penengah, dan zikir menjadi penenang.
Keimanan, dan ketakwaan menjadi meminimalisir konflik manusia pada umumnya.
“Pedagang yang berakhlak mulia adalah harapan semua. Selebihnya perlahan tapi pasti akan membawa kebersamaan, dan mempersempit perpecahan,”ucapnya.
Ketua HIPPATAS (Himpunan Pedagang Pasar) Kota Tasikmalaya, H. Jahid, menjelaskan bahwa kegiatan dzikir dan sholawat ini bukanlah kegiatan insidental, melainkan agenda rutin yang dilaksanakan setiap hari Rabu.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi oase rohani di tengah kesibukan dan kepenatan para pedagang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Terlebih di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak menentu saat ini, siraman rohani dinilai sangat penting untuk menguatkan mental dan spiritual para pedagang.
Kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap hari Rabu sebagai bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT. Di tengah kesibukan berdagang, kami butuh siraman rohani, butuh ketenangan batin. Apalagi di kondisi ekonomi seperti sekarang, kita harus semakin mendekatkan diri dan saling menguatkan.
“Kami berharap, melalui dzikir dan sholawat bersama, para pedagang diberikan kelancaran rezeki, kesehatan, serta ketabahan dalam menghadapi tantangan ekonomi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi untuk mempererat persaudaraan antar pedagang yang selama ini sibuk dengan lapak masing-masing,”harapnya.

