Sementara, Camat Tawang Budi Santosa mengatakan, karnaval budaya dipilih sebagai sarana untuk menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang suku dan budaya beragam.
Keberagaman yang ada di Kecamatan Tawang merupakan modal sosial yang perlu dirawat bersama.
“Selain menjadi bagian dari perayaan hari jadi kota, kegiatan tersebut juga menjadi wadah mempererat silaturahmi dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan,”ujar Budi Santosa.
Ia menambahkan,melalui karnaval ini, kita ingin merawat keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun kebersamaan.
“Tema HUT ke-25 Kota Tasikmalaya, Langkah Santun, Jiwa Tangguh, mengandung pesan agar pembangunan berjalan seiring dengan sikap santun, tata krama, serta ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan,”paparnya.
Pemerintah Kecamatan Tawang, lanjutnya, berkomitmen mendukung visi dan misi Pemerintah Kota Tasikmalaya, termasuk tujuh program prioritas wali kota. Upaya tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai unsur, mulai dari RT/RW, kelurahan, komunitas hingga pelaku usaha.
Baca Juga:Pemerintah Kecamatan Bandar Petalangan Laksanakan Upacara Hari Jadi Kabupaten Pelalawan Ke-27
Kami berharap semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Kecamatan Tawang terus dipertahankan, terutama di tengah tantangan fiskal daerah.
Menurutnya, kolaborasi masyarakat dan pemerintah menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan Kota Tasikmalaya yang religius, inovatif, maju, dan berkelanjutan,” jelasnya.

