“Kami meyakini tidak mungkin ada kita hari ini tanpa perjuangan para orang tua kita. Tidak mungkin ada ilmu kita hari ini tanpa ilmu dari para ulama yang menjadi pendahulu kita. Tidak ada perjalanan yang kami lakukan kecuali ingin ngalap berkah,” tuturnya.
Bupati Cecep berharap, Kabupaten Tasikmalaya yang dikenal sebagai Kota Santri tidak hanya menyandang sebutan tersebut, tetapi mampu menghidupkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat.
“Pada malam ini, kita ingin diawali dengan solawat. Mudah-mudahan Kabupaten Tasikmalaya yang disebut kota santri bukan hanya sebutan saja, tapi mari kita isi dengan keberkahan. Sholawat yang sebanyak-banyaknya dan jangan melupakan para ulama yang telah mendahului kita,” imbuhnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, unsur Forkopimda Kab. Tasikmalaya, Kepala Kantor Kementerian Agama, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Ketua BAZNAS, Camat Manonjaya beserta jajaran, tim MA.

