Kami di Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya yang membidangi kesejahteraan rakyat dan kebudayaan, sangat bangga melihat ragam kegiatan hari ini.
Penampilan pentas seni tradisional lisung ronyok dan rampak sekar bukan sekadar hiburan.Ini adalah bukti bahwa kesenian tradisional kita kaya, sarat makna, dan memiliki daya tarik estetika yang tinggi.
“Terlebih lagi, adanya simulasi prosesi tujuh bulanan ini adalah (tingkeban). visualisasi yang sangat indah dari salah satu siklus penting kehidupan seorang ibu. tradisi ini mengajarkan kita tentang doa, penghormatan kepada seorang ibu, dan harapan baik bagi generasi penerus sejak mereka masih di dalam kandungan,” jelasnya.
Baca Juga:Respon Cepat Aduan Warga, Polsek Purwakarta Kota Tindak Lanjuti Curanmor di Ciseureuh
Pemerintah Daerah dan DPRD, kata Hj.Evi Silviani, tidak dapat bergerak sendiri dalam melestarikan kebudayaan.Kami membutuhkan mitra strategis, komunitas, dan ruang-ruang kreatif seperti panglawungan ambu midang untuk terus mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda Kota Tasikmalaya.
“Semoga Ambu Midang semakin solid, semakin kreatif, dan terus menjadi pelopor dalam pelestarian seni dan budaya sunda di Kota Tasikmalaya,”tandas Hj.Evi Silviani.

