Saat ini, dunia kerja terus berubah. Kecerdasan buatan atau Al mulai membantu pekerjaan seperti mengolah data, menyusun draf, mengenali pola, dan mengerjakan proses yang berulang. Sejumlah pekerjaan akan berubah cara kerjanya; karena itu, yang dibutuhkan bukan sekadar mampu memakai aplikasi, tetapi juga mampu memeriksa hasil, menjaga keamanan data, dan menggunakan teknologi secara etis. Al bisa menjadi co-pilot yang membantu kita bergerak lebih cepat, tetapi arah dan keputusan tetap ada pada manusia.
“Kebutuhan talenta digital di Indonesia diperkirakan terus meningkat. Kementerian Komunikasi dan Digital pernah menyampaikan proyeksi kebutuhan sekitar 12 juta talenta digital pada 2030. Ini adalah proyeksi kebutuhan, sekaligus sinyal bahwa peluang terbuka bagi mereka yang terus belajar dan mampu menunjukkan kompetensinya. Bagi para lulusan, ijazah adalah starting point; portofolio, pengalaman, kemampuan beradaptasi, dan kemauan belajar akan menjadi bekal berikutnya,”jelasnya.
Di Kota Tasikmalaya, pemanfaatan teknologi untuk mempertemukan pencari kerja dan lowongan juga mulai terlihat. Portal Dinas Tenaga Kerja menampilkan fitur Al Job Matcher yang memberikan rekomendasi lowongan berdasarkan profil, pendidikan, keterampilan, pengalaman, dan preferensi pencari kerja. Fitur ini dapat menjadi alat bantu untuk memperluas pencarian, sementara kecocokan dan keputusan akhir tetap perlu ditimbang oleh pencari kerja dan pemberi kerja.
Baca Juga:Bupati Cecep Pimpin Upacara Peringatan HSN 2026 Tingkat Kabupaten Tasikmalaya
Pemerintah Kota juga membuka ruang penguatan keterampilan digital. Salah satunya melalui Festival Bootcamp Affiliator di PPIK pada Awal 2026, yang menghadirkan pelatihan konten digital, live streaming, affiliate marketing, dan personal branding. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat peluang anak muda sekaligus membantu produk dan UMKM lokal menjangkau pasar yang lebih luas.
Arah tersebut sejalan dengan visi Kota Tasikmalaya sebagai kota industri, jasa, dan perdagangan yang religius, inovatif, maju, dan berkelanjutan. Melalui Tasik Pelak, kita mendorong pembiakan ekonomi lokal, penguatan UMKM, ekonomi kreatif, dan kesempatan kerja. Melalui Tasik Melayani, kita memperkuat kualitas layanan publik, termasuk lewat pemanfaatan teknologi. Dalam perencanaan pembangunan, peningkatan kompetensi tenaga kerja, link and match pendidikan dengan dunia kerja dan usaha, digitalisasi ekonomi, serta penguatan pemerintahan berbasis elektronik juga menjadi perhatian.
Karena itu, kami berharap STMIK DCI terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Kurikulum yang relevan, pengalaman praktik, proyek nyata, dan jejaring kerja dapat membantu mahasiswa memahami kebutuhan lapangan sejak masih kuliah. Pemerintah Kota terbuka untuk membangun kolaborasi yang memberi manfaat konkret bagi masyarakat dan membuka ruang bagi talenta lokal.
“Kepada para wisudawan, jangan berhenti belajar setelah prosesi hari ini. Bangun portofolio, jaga rasa ingin tahu, berani mencoba, dan gunakan Al secara cerdas serta bertanggung jawab. Jangan hanya bertanya, “pekerjaan apa yang tersedia?” Mulailah juga melihat, “masalah apa yang bisa saya bantu selesaikan?” Dari sana, Saudara dapat menjadi tenaga profesional yang dibutuhkan, membangun usaha, bahkan menciptakan peluang kerja baru.
“Kota ini membutuhkan generasi yang mampu mengubah pengetahuan menjadi solusi. Semoga ilmu yang Saudara peroleh menjadi manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan Kota Tasikmalaya. Teruslah berkarya, keep learning, and build something useful for your community, “pungkasnya.

