“Untuk job fair Hybrid ini sudah dimulai dari hari Rabu kemarin tanggak 4 November 2026 kemarin dan pelaksanaannya selama satu minggu ke depan,”ungkapnya.
Menurutnya,ini peluang emas bagi anak muda Tasikmalaya yang ingin kerja ke Jepang dengan jalur resmi, terlindungi, dan punya kompetensi bahasa yang mumpuni.
Disnaker Kota Tasikmalaya sendiri selama ini dikenal aktif meluncurkan berbagai program inovatif untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia kerja. Beberapa di antaranya adalah Hayu Gawe, Hayu Gawe Go, Ai Job Matcher, dan Tasik Ai Career Ambassador (TARA) yang bahkan sudah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Inovasi terbaru yang akan segera digelar adalah kolaborasi dengan Polres Tasikmalaya Kota melalui kegiatan Poliran (Polisi Peduli Pengangguran) yang akan digelar pada tanggal 11 November 2026.
“Kegiatan Poliran ini menjadi bukti bahwa persoalan pengangguran tidak hanya menjadi tanggung jawab Disnaker saja, tetapi juga membutuhkan kolaborasi lintas instansi, termasuk kepolisian,”imbuhnya.
Dengan rangkaian program ini, kata Arie, Pemkot Tasikmalaya berharap angka pengangguran di Kota Tasikmalaya bisa terus menurun. Masyarakat, khususnya para pencari kerja, diimbau untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik- baiknya dan tidak lagi menyia- nyiakan peluang yang sudah dibuka.
“Jangan sampai sudah dibuka kesempatan, tapi tidak dimanfaatkan. Ayo manfaatkan Job Fair Batch 2 dan pelatihan ke Jepang ini,” pungkas Arie.

