“Pendidikan ini penting untuk membentuk sikap, perilaku, dan karakter kader sebelum mereka diberi tanggung jawab membesarkan partai,” tegasnya.
Menurutnya,tak hanya menggelar pendidikan, DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya juga sekaligus melakukan pelantikan pengurus badan dan sayap partai. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk memperluas jaringan organisasi dan memperkuat basis dukungan di akar rumput.
Partai juga membuka diri untuk merekrut tokoh-tokoh potensial dari luar struktur partai yang memiliki pengaruh sosial dan kemampuan menarik simpati masyarakat.
“Kehadiran tokoh-tokoh di luar partai yang punya legitimasi sosial sangat kami butuhkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan mendorong warga bergabung dengan PDI Perjuangan,” paparnya.
Penguatan organisasi ini juga menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh pasca Pemilu sebelumnya. Diketahui, PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya mengalami penurunan perolehan kursi legislatif sebanyak tiga kursi dan penurunan suara yang cukup signifikan.
Kita tidak menutup mata. Ada evaluasi yang harus kita lakukan. Penurunan kursi menjadi cambuk bagi kita untuk berbenah.
Melalui pendidikan kader yang terstruktur, pembenahan internal, dan perluasan jaringan melalui badan serta sayap partai, Dodo optimistis soliditas organisasi dapat kembali diperkuat.
Kita ingin membangun kader yang berkualitas, bukan hanya kuantitas. Dengan kader yang ideologis dan perekrutan tokoh potensial, kita yakin kepercayaan masyarakat akan kembali meningkat.
“Kegiatan PKP ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan PDI Perjuangan di Kota Tasikmalaya untuk menatap Pemilu mendatang dengan kekuatan organisasi yang lebih solid dan militan, “pungkasnya.

