Plt Asda 3 Maman R Setiadi Mewakili Walikota Tasikmalaya Hadiri Penguatan Kapasitas Kelembagaan ARWT, Ini Pesannya

Begitu pula untuk anak-anak usia dini. Melalui TK Negeri Rakyat, Pemerintah Kota memberikan layanan prasekolah gratis kepada 850 anak usia lima sampai enam tahun dari keluarga desil satu dan dua,berdasarkan bahan capaian 2026. Tolong informasi seperti ini ikut disampaikan kepada warga yang membutuhkan.

Kesempatan belajar harus diketahui oleh keluarga yang menjadi sasarannya, tentu dengan mengikuti ketentuan dan proses pendaftaran yang berlaku.

Perhatian terhadap rumah, pendidikan, kesehatan, dan penghidupan keluarga itu saling berhubungan. Alhamdulillah, angka kemiskinan Kota Tasikmalaya tahun 2026 tercatat 9,34 persen, turun dari 10,84 persen pada 2025. Kita patut bersyukur, tetapi angka yang membaik bukan berarti pekerjaan selesai. Masih ada keluarga yang harus kita bantu menjangkau layanan dan kesempatan untuk hidup lebih baik.

Di sinilah saya mengajak Bapak dan Ibu memperkuat komunikasi dengan lurah, kecamatan, dan perangkat daerah. Kalau ada persoalan, sampaikan dengan informasi yang jelas dan cepat. Mana yang menjadi kewenangan pemerintah, biarkan ditangani melalui jalurnya. Tugas Bapak dan Ibu adalah membantu mengenali, menghubungkan, dan menjaga komunikasi dengan warga. Jangan pula ada keluarga yang dipermalukan ketika sedang membutuhkan bantuan; martabat dan data pribadinya tetap harus kita jaga.

Baca Juga:Bupati Tasikmalaya Hadiri Milad IGRA Ke-24 dan Pelantikan Pengurus PC IGRA Periode 2026-2029, Ini Pesannya

Selain urusan sosial, kita juga punya tanggung jawab menjaga lingkungan tetap aman dan nyaman. Hidupkan kembali kebiasaan saling mengenal, musyawarah, gotong royong, serta kepedulian terhadap kebersihan. Program Tasik Resik, Tasik Melayani, Tasik Pintar, dan Tasik Nyaman akan lebih terasa kalau ada gerakan bersama sampai tingkat lingkungan. Begitu juga dengan pelayanan kependudukan digital dan akses perlindungan sosial yang menjadi materi kegiatan hari ini.

Saya teringat semangat Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-25, “Langkah Santun, Jiwa Tangguh”.

Bagi RT/RW, langkah santun itu hadir ketika melayani warga dengan sabar dan adil; jiwa tangguh hadir ketika kita tidak mudah menyerah menghadapi persoalan lingkungan. Dalam nilai Sunda, kita mengenal silih asah, silih asih, silih asuh: saling belajar, saling peduli, dan saling mengayomi.

Saya berharap setelah kegiatan ini, ada hal sederhana yang Bapak dan Ibu bawa pulang: coba lihat lagi lingkungan masing-masing. Adakah rumah yang membutuhkan perhatian? Adakah anak yang tidak sekolah? Adakah lansia atau keluarga rentan yang belum mengetahui pelayanan yang tersedia? Kalau ada, mari kita bicarakan dengan baik, lalu koordinasikan dengan lurah dan pihak yang berwenang.

Baca Juga:Jamdatun R. Narendra Jatna Buka Sosialisasi Pelayanan Hukum Online HaloJPN di Bandung, Ini Pesannya

“Kota yang kuat dimulai dari lingkungan yang warganya saling menjaga. Pemerintah akan terus bekerja membenahi pelayanan dan pembangunan; saya mengajak Bapak dan Ibu membantu memastikan kebutuhan warga terdengar dan informasi program sampai kepada ARWT hari ini betul-betul berbuah manfaat, bukan hanya berhenti di ruang pertemuan, “pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *