Plt Asda 3 Maman R Setiadi Wakili Wali Kota Tasik Hadiri Wisuda IAIT 2026, Ini Pesannya

Melalui Tasik Pintar kita mendorong kualitas dan akses pendidikan. Melalui Tasik Religius kita memperkuat fondasi keimanan, akhlak, dan karakter. Melalui Tasik Pelak kita membuka ruang produktivitas, kewirausahaan, lapangan kerja, serta keterhubungan pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri.

Baca Juga:Resmikan Ruas Jalan Kabupaten, Kang Rey Tegaskan Pembangunan Subang Berasal Dari Pajak Masyarakat

Dunia setelah kampus berubah sangat cepat. Teknologi berkembang, pola kerja berubah, kebutuhan kompetensi ikut berubah. Karena itu, gelar penting, tetapi gelar saja tidak cukup. Saudara harus terus belajar, meningkatkan keterampilan, membangun jejaring, dan mampu beradaptasi.

Saya berharap lulusan IAIT tidak hanya menjadi pencari peluang, tetapi juga berani menciptakan peluang. Sebagian dari saudara dapat membangun usaha, menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, mengembangkan ekonomi kreatif, maupun menghadirkan inovasi sosial.

IAIT memiliki kekuatan penting: menghubungkan ilmu dengan nilai. Bangsa ini tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi orang pintar yang berintegritas; profesional yang amanah; pengusaha yang jujur; aparatur yang melayani; dan pendidik yang menjadi teladan.

Apa pun profesi saudara nanti, jangan pernah kehilangan integritas. Ilmu dapat membuka jalan menuju keberhasilan, tetapi integritaslah yang membuat keberhasilan itu dipercaya dan bertahan.

Baca Juga:DPD FKPKBM Cianjur Perkuat Tata Kelola PKBM dan SKB, Melalui Pembinaan Serta Pendampingan Hukum

Pemerintah Kota Tasikmalaya memandang kampus sebagai mitra strategis pembangunan. Kampus memiliki ilmu, riset, tenaga ahli, mahasiswa, dan jejaring akademik. Pemerintah memiliki kebijakan dan program. Dunia usaha memiliki ruang produktivitas. Masyarakat memiliki kebutuhan nyata. Seluruh kekuatan ini harus semakin sering dipertemukan.

Kami terbuka terhadap kolaborasi dengan Institut Agama Islam Tasikmalaya dalam pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, pemberdayaan ekonomi, kehidupan sosial-keagamaan, maupun gagasan dan inovasi untuk menjawab persoalan kota.

Saya ingin penelitian kampus semakin dekat dengan persoalan nyata masyarakat. Ketika ada persoalan kemiskinan, pendidikan, pengangguran, ekonomi masyarakat, pelayanan publik, maupun perubahan sosial, mari kita cari jawabannya bersama. Kampus jangan jauh dari masyarakat, dan pemerintah jangan jauh dari ilmu pengetahuan.

Relasi pemerintah dengan perguruan tinggi jangan berhenti pada seremoni. Yang kita butuhkan adalah kerja sama yang hidup, terukur, dan berkelanjutan, sehingga ilmu benar-benar bertemu dengan kebutuhan pembangunan.

Baca Juga:Hindari Dampak Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau, Disdikpora Cianjur Perpanjang PJJ Bagi Siswa

Kepada para wisudawan, saya titip tiga perubahan: dari sekadar memiliki gelar menjadi memiliki kompetensi; dari hanya mencari peluang menjadi berani menciptakan peluang; dan dari sekadar menerima ilmu menjadi manusia yang menebarkan manfaat.

” Jangan takut memulai dari bawah. Jangan merasa gagal apabila perjalanan karier tidak langsung seperti yang dibayangkan. Yang menentukan bukan seberapa cepat kita terlihat berhasil, tetapi seberapa konsisten kita terus tumbuh. Teruslah belajar, tingkatkan kemampuan, jaga adab, dan tetap rendah hati, ”
pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *