“Estetika jalan akan lebih tertata rapi, tidak semrawut seperti saat ini. Dan ada potensi PAD dari retribusi tiang bersama tersebut,”ungkapnya.
Ke depannya, Pemkot Tasikmalaya berencana menggunakan sistem ducting atau penanaman kabel di dalam tanah dengan memanfaatkan ducting existing. Namun, Yana mengakui bahwa anggaran untuk membangun sistem ducting ini cukup besar.
“Untuk itu, sebagai solusi sementara, dilakukan penggabungan kabel dan penerapan satu tiang untuk bersama,” jelasnya.
Selain persoalan anggaran, ucap Yana, penggunaan sistem ducting juga memerlukan kajian khusus. Pasalnya, pembangunan ducting pasti akan menggunakan aset jalan yang kemungkinan akan rusak akibat pembongkaran dan penggalian. Efektivitas dan dampaknya perlu dikaji secara mendalam.
Baca Juga:Polsek Plered Hadiri Peresmian Jabatan Garuda, Wujud Sinergitas TNI-Polri Di Purwakarta
Saat ini rencana penggunaan sistem ducting sedang menunggu Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pemerintah dan pihak Apjatel, serta menunggu penilaian appraisal di bagian aset.
“Yang pasti, pihak Apjatel sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk mendanai biaya pembuatan ducting tersebut. Jika PKS telah disepakati, maka secara bertahap seluruh kabel udara di Kota Tasikmalaya akan diturunkan dan ditanam di bawah tanah, sehingga wajah Kota Tasikmalaya akan jauh lebih bersih, rapi, dan modern, “pungkasnya.

