Ia menyoroti pemilihan tema “Balik ka Imah” yang sarat akan makna, dan berpesan pemuda Subang dapat memaknai tema tersebut tidak hanya secara harfiah untuk tidak melupakan rumah, namun juga makna filosofis yang terkandung, yaitu mengembalikan tujuan seperti pengajaran orang tua di rumah yaitu menjadi manusia bermanfaat bagi sesama.
“Kalau kita bicara balik ka imah ini, kita kembali ke rumah, adalah untuk menjadi manusia bermanfaat sesuai harapan orang tua,” terangnya.
Kang Akur yang dalam sambutannya sekaligus memberikan materi tentang kepemimpinan, berkisah tentang perjalanan kariernya yang tidak lepas dari organisasi sejak usia muda.
Ia juga mencontohkan, Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey, yang menjadi Bupati di usia muda.
“Sejak SD sampai SMA Saya aktif di Pramuka, PMR, dan OSIS. Di usia 27 tahun menjadi Sekretaris DPD Partai dan di usia 32 menjadi ketua fraksi DPRD. Termasuk Bupati Subang di usia 28 menjadi Bupati di Kabupaten Subang. Artinya, anda pun bisa,” jelasnya.
Terakhir, Kang Akur berpesan bahwa Jambore Kepemudaan 2026 Kabupaten Subang harus menjadi ajang membangun kreativitas dan kemandirian sehingga dapat secara optimal memberi kontribusi bagi Kabupaten Subang.
“Bangun kemandirian dan kreativitas. Jangan selalu menunggu dan ingin diberi. Manfaatkan peluang yang ada.” Tegas Kang Akur menutup sambutannya dan secara resmi membuka Jambore Kepemudaan 2026.
Acara dilanjutkan dengan peninjauan lokasi Kemah Jambore Kepemudaan yang akan berlangsung hingga 28 Oktober 2026.
Turut hadir dalam acara tersebut Kasipers Yonif 312 Kala Hitam, Jajaran Disparpora Subang, dan tamu undangan lainnya.

