Dalam Rangka Peringatan HSN 2026, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Membuka Kegiatan Musabaqah Hari Santri

Saya melihat ada semangat yang sangat dekat antara tema hari jadi Kota Tasikmalaya dan tema Hari Santri. Kita ingin membangun kota yang masyarakatnya tetap menjunjung kesantunan, nilai agama dan budaya, tetapi juga memiliki jiwa tangguh dalam menghadapi tantangan.

Dan kalau berbicara tentang kesantunan serta ketangguhan, sesungguhnya dua nilai ini sudah sangat dekat dengan kehidupan para santri. Santun dalam bersikap, tangguh dalam belajar. Santun dalam berbicara, tangguh dalam memperjuangkan cita-cita.

Baca Juga:Camat Teluk Meranti Pimpin Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pelalawan Ke-27

Di usia seperempat abad ini, Kota Tasikmalaya sudah mengalami banyak perkembangan, tetapi masih banyak pekerjaan yang perlu kita selesaikan.

Pembangunan kota tidak cukup hanya berbicara tentang jalan, bangunan, atau pertumbuhan ekonomi. Kita juga harus membangun manusianya, meningkatkan kualitas ilmunya, menjaga akhlaknya, dan memperkuat jati diri Tasikmalaya sebagai kota santri.

Di sinilah pesantren memiliki peran besar. Pesantren bukan hanya tempat pendidikan agama, tetapi juga tempat membentuk karakter, menanamkan kemandirian, dan membangun kepedulian sosial. Karena itu, Pemerintah Kota memandang pesantren sebagai mitra penting dalam pembangunan daerah.

Dalam kerangka pembangunan Kota Tasikmalaya tahun 2025-2029, kita berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat kehidupan masyarakat yang religius serta berbudaya. Semangat ini kita dorong antara lain melalui program Tasik Religius dan Tasik Pintar.

Baca Juga:H.Fadil Tokoh Desa Malasari Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor, Lebarkan Jalan Secara Swadaya Sepanjang 3 KM

Melalui Tasik Religius, kita ingin nilai-nilai keagamaan semakin hidup dalam keseharian masyarakat. Salah satu ikhtiar yang telah berjalan adalah SI OHAN HAFIZH, sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an. Sementara melalui Tasik Pintar, kita terus mendorong peningkatan akses dan kualitas pendidikan bagi anak-anak Kota Tasikmalaya.

Dukungan terhadap dunia pesantren tentu membutuhkan kerja sama yang kuat. Kita perlu terus bersinergi dengan Kementerian Agama, para ulama, pimpinan pondok pesantren, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Pemerintah pusat memperkuat kebijakan dan pembinaan pesantren, sementara pemerintah daerah mengambil peran sesuai kewenangannya untuk mendukung pembinaan generasi muda dan pemberdayaan masyarakat.

Harapan saya, kegiatan MUHASAN tidak berhenti ketika perlombaan selesai. Potensi anak-anak santri yang terlihat hari ini perlu terus dibina. Mereka yang berprestasi diberi ruang untuk berkembang, sementara yang belum meraih juara tetap didorong untuk terus belajar.

Baca Juga:Usai di Kabupaten Indramayu, BRI Peduli Lanjut Berikan Bantuan Perbaikan RTLH Bagi KRS di Kabupaten Ciamis

Harapan saya, kegiatan MUHASAN tidak berhenti ketika perlombaan selesai. Potensi anak-anak santri yang terlihat hari ini perlu terus dibina. Mereka yang berprestasi diberi ruang untuk berkembang, sementara yang belum meraih juara tetap didorong untuk terus belajar.

Karena yang ingin kita lahirkan bukan hanya para pemenang perlombaan, tetapi generasi santri yang berilmu, berakhlak, percaya diri, dan mau berkontribusi bagi daerahnya.

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Jangan takut salah, jangan minder, dan jangan merasa cita-cita kalian terbatas. Bisa jadi, di antara anak-anak yang hadir di sini, kelak akan lahir ulama besar, guru yang menginspirasi, pengusaha sukses, atau pemimpin yang membawa perubahan bagi Kota Tasikmalaya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *