Kadisporabudpar Kota Tasikmalaya Buka Siloka Barista Championship, Diikuti 14 Peserta dari Berbagai Daerah

Wilayah Tasikmalaya memiliki potensi kopi yang cukup besar. Potensi tersebut, menurutnya, akan semakin berkembang apabila didukung barista yang memiliki kompetensi dan kreativitas.

Baca Juga:FTBI Jenjang SMP Komisariat 2 Pangandaran, Jadi Wadah Pengembangan Bakat dan Kreativitas Siswa

‎Kami melihat ini bisa menjadi kolaborasi yang baik untuk meningkatkan ekosistem kopi di Tasikmalaya pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Peserta yang mengikuti Siloka Barista Championship 2026 berasal dari sejumlah daerah. Selain Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, peserta juga datang dari Kuningan, Solo atau Surakarta, hingga Yogyakarta.

Keterbukaan peserta menjadi salah satu bagian penting dari konsep kegiatan tersebut. Peserta tidak hanya berasal dari coffee shop, tetapi juga terbuka bagi masyarakat yang memiliki ketertarikan dan kemampuan di bidang kopi.

Baca Juga:Haornas Ke-43 Tingkat Kabupaten Tasikmalaya, Bupati Cecep Akan Terus Dorong Masyarakat Agar Semakin Gemar Berolahraga

Industri kopi di Tasikmalaya memiliki prospek seiring dengan semakin berkembangnya budaya minum kopi di tengah masyarakat. Aktivitas ngopi, kata dia, kini telah menjadi bagian dari keseharian berbagai kelompok usia.

Ngopi sekarang bukan lagi sesuatu yang aneh. Ini sudah menjadi bagian dari masyarakat, bahkan sudah menjadi tradisi. Karena itu, tidak mengherankan kalau di Tasikmalaya jumlah coffee shop-nya sudah mencapai lebih dari 400.

Di sisi lain, Roni juga mendorong adanya kolaborasi antara Pemerintah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya dalam mengembangkan potensi kopi lokal. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kopi dari wilayah Pagar Ageng, Kabupaten Tasikmalaya.

Baca Juga:Calon Ketua PWI Subang Agus Eko Sampaikan Visi-Misi

Pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Kopi Bundar, produk kopi yang berasal dari kawasan tersebut. Menurutnya, wilayah Kabupaten Tasikmalaya memiliki sejumlah daerah penghasil kopi yang potensial untuk dikembangkan dan dipasarkan melalui jaringan coffee shop.

Kami berharap ada kolaborasi antara Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Daerah penghasil kopi banyak berada di Kabupaten Tasikmalaya, sehingga nantinya bagaimana kopi-kopi tersebut bisa kita pasarkan melalui coffee shop yang ada di Kota Tasikmalaya.

Kopi Bundar yang berasal dari kawasan Pagar Ageng telah mengikuti berbagai ajang dan memiliki pengalaman pasar internasional, termasuk ekspor ke sejumlah negara seperti Jepang.

Baca Juga:Polsek Jalancagak Hadir Lewat Program ABU SAKOLA,Kawal Keselamatan Pelajar Saat Berangkat dan Pulang Sekolah

‎”Kami berharap potensi tersebut dapat terus dikembangkan melalui sinergi antara petani kopi, pelaku usaha, barista, coffee shop, dan pemerintah daerah sehingga terbentuk ekosistem kopi yang semakin kuat di Tasikmalaya, “pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *