Pewarta:Iyut K.
PANGANDARAN,HALLO BERITA ONLINE. COM-Pelaksanaan Lomba Tingkat III (LT-3) Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Pangandaran resmi berakhir. Kegiatan yang berlangsung pada 17–22 Oktober 2026 di Loka Bina Pamugaran Pangandaran tersebut ditutup melalui upacara penutupan yang dipimpin Pelaksana Harian (Plh.) Kwarcab Pangandaran, Imat Resdiana, dan diikuti seluruh peserta serta panitia pelaksana.
Dalam ajang tersebut, Regu Wulan dari Kwartir Ranting (Kwarran) Langkaplancar berhasil meraih hasil terbaik dan akan mewakili Kabupaten Pangandaran untuk melanjutkan kompetisi pada Lomba Tingkat IV (LT-4) di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Ketua Panitia Pelaksana LT-3 Kwarcab Pangandaran, Rudi, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar, meskipun panitia menghadapi sejumlah kendala selama pelaksanaan.
Baca Juga:Dilantik Mabigus, Aep Saepulloh Diperlukan Kerja Sama yang Baik Antara Seluruh Pihak Terkait
Alhamdulillah, kegiatan LT-3 Kwarcab Pangandaran yang dilaksanakan dari tanggal 17 hingga 22 Oktober 2026 dapat terlaksana dengan baik. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari LT-1 dan LT-2 di tingkat sebelumnya, kemudian berlanjut ke tingkat kabupaten.
“Peserta yang berhasil meraih prestasi terbaik akan melanjutkan perjuangan ke LT-4 tingkat provinsi,” ungkap Rudi.
Ia menjelaskan, dalam LT-3 kali ini terdapat 28 materi perlombaan yang harus diikuti peserta. Berbagai materi tersebut dirancang untuk menguji kemampuan, keterampilan, kedisiplinan, kerja sama, serta jiwa kepemimpinan anggota Pramuka.
Baca Juga:Polres Pangandaran Gelar Bakti Sosial Peringati HUT Humas Polri ke-75
Menurutnya, pelaksanaan LT-3 bukan sekadar ajang kompetisi untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter generasi muda agar memiliki mental tangguh, mandiri, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama dalam berbagai situasi.
Kemarau Jadi Tantangan, Pasokan Air Dibantu PMI
Di balik kelancaran kegiatan, panitia menghadapi tantangan akibat musim kemarau yang menyebabkan kondisi lingkungan berdebu serta keterbatasan pasokan air bersih di lokasi kegiatan.
Rudi mengungkapkan, persoalan air menjadi salah satu kendala yang cukup terasa selama kegiatan berlangsung. Namun, berkat bantuan pasokan air dari Palang Merah Indonesia (PMI), kebutuhan air peserta dapat terbantu.

