Baca Juga:Wabup Tasik Asep Sopari Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penyampaian Penjelasan Ranperda Tahun 2026
Selain itu, terdapat beberapa peserta yang mengalami gangguan kesehatan. Meski demikian, kondisi tersebut dapat ditangani sehingga tidak sampai mengganggu keseluruhan rangkaian kegiatan.
“Memang ada beberapa kekurangan dan kendala, terutama masalah air karena musim kemarau. Kondisi lokasi juga cukup berdebu, bahkan ada beberapa peserta yang mengalami gangguan kesehatan. Namun, alhamdulillah semuanya dapat dikendalikan, salah satunya dengan adanya bantuan suplai air dari PMI,” jelasnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan, mulai dari panitia, pembina, peserta, hingga pihak-pihak yang turut membantu memenuhi kebutuhan selama perlombaan berlangsung.
Momentum Milangkala Pangandaran dan Persiapan Menuju Indonesia Emas
Rudi menambahkan, pelaksanaan LT-3 pada bulan Oktober sengaja diselaraskan dengan momentum peringatan Milangkala Kabupaten Pangandaran.
Diharapkan, kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan generasi muda melalui gerakan Pramuka.
Menurutnya, Pramuka memiliki peran strategis dalam pendidikan karakter, terutama dalam membentuk generasi yang berintegritas, disiplin, mandiri, memiliki kepedulian sosial, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Harapan kami, Pramuka bisa menjadi salah satu andalan dalam pendidikan karakter. Anak-anak yang mengikuti kegiatan ini diharapkan tumbuh menjadi generasi hebat yang mampu berkontribusi bagi bangsa dan negara, khususnya dalam menyongsong Indonesia Emas,” paparnya.
Dengan berakhirnya LT-3 Kwarcab Pangandaran, diharapkan para peserta dapat mengambil pengalaman dan pelajaran berharga dari seluruh rangkaian perlombaan. Bagi regu yang meraih prestasi terbaik, tantangan berikutnya adalah mempersiapkan diri menghadapi kompetisi di tingkat provinsi.

