Pewarta:Anton.
KOTA TASIK,Hallo Berita Online.Com-
Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kampung Pamijahan RW 07, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, mendapat kunjungan dari Camat Bungursari, Dinas Pertanian, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Bungursari, serta mahasiswa Universitas Polbangtan Bogor, Kamis (15/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap inisiatif masyarakat, khususnya kaum perempuan, dalam mengembangkan potensi pertanian melalui budidaya cabai Mahkota Dompol. Selain memberikan apresiasi, kunjungan ini diharapkan memperkuat pendampingan, kelembagaan, serta pengembangan kegiatan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Camat Bungursari, Sodik Sunandi, S.IP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kreativitas para anggota KWT (kelompok Wanita Tani) yang berupaya mengembangkan kegiatan pertanian secara mandiri di lingkungan mereka.
Baca Juga:Tindak Lanjut Informasi di Medsos, Satreskrim Polres Purwakarta Cek Dugaan Curanmor di Bungursari
“Saya bersyukur hari ini bisa bersilaturahmi dengan ibu-ibu KWT di Kampung Pamijahan. Saya sangat mengapresiasi inisiatif dan kreativitas ibu-ibu yang memiliki semangat untuk mengembangkan budidaya pertanian, khususnya tanaman cabai,” ungkap Sodik.
Menurutnya, pengembangan budidaya cabai memiliki nilai strategis karena komoditas tersebut merupakan salah satu bahan pangan yang pergerakan harganya dapat memengaruhi inflasi. Oleh karena itu, peningkatan produksi cabai di tingkat lokal perlu terus didorong agar dapat mendukung ketersediaan pasokan pangan bagi masyarakat.
Ia berharap budidaya cabai Mahkota Dompol yang dikembangkan KWT dapat terus ditingkatkan sehingga ke depan berpotensi memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Tasikmalaya, bahkan menjangkau wilayah yang lebih luas.
“Harapan saya, dari Kampung Pamijahan ini nantinya bisa berkembang dan mampu menyuplai kebutuhan cabai untuk wilayah Kota Tasikmalaya, bahkan kalau memungkinkan dapat menjangkau wilayah yang lebih luas di Jawa Barat,” ujarnya.
Sodik menambahkan, karena KWT masih tergolong baru, diperlukan sinergi antara kelompok tani, pemerintah kelurahan, penyuluh pertanian, dan pemerintah kecamatan. Ia juga berharap dapat melakukan kunjungan secara berkala untuk melihat perkembangan kelompok sekaligus memberikan dorongan agar kegiatan yang telah dirintis terus berjalan.
Dinas Pertanian Dorong Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan
Apresiasi juga disampaikan Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian, Fria Hayatinnufus, S.Pi., M.P. Ia menilai pembentukan dan pengembangan KWT merupakan langkah positif dalam mendorong pemberdayaan perempuan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.
Menurut Fria, lahan di sekitar rumah, meskipun terbatas, dapat dimanfaatkan secara produktif untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Selain membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga, kegiatan tersebut juga berpotensi menambah pendapatan keluarga apabila dikembangkan secara optimal.
Baca Juga:Senang, Anak Yatim Diajak Jalan-Jalan ke Situ Panjalu Ciamis Oleh LSM PADI, Ini Bentuk Kebersamaan
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti ini, terutama pemberdayaan kaum perempuan melalui kelembagaan Kelompok Wanita Tani. Kita bisa memanfaatkan lahan sekecil apa pun untuk mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus menambah pendapatan ekonomi,” ungkap Fria.
Ia menjelaskan, Kota Tasikmalaya masih mengandalkan pasokan dari luar daerah untuk memenuhi sebagian kebutuhan bahan pangan strategis. Karena itu, optimalisasi lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ketersediaan pangan lokal.
Fria juga mendorong agar KWT tidak hanya berfokus pada budidaya cabai, tetapi secara bertahap mengembangkan berbagai jenis sayuran dan komoditas pangan lainnya.
“Ke depannya, mudah-mudahan bukan hanya cabai saja yang dikembangkan, tetapi juga berbagai jenis sayuran dan komoditas lainnya. Dengan begitu, kebutuhan pangan keluarga bisa dipenuhi dari halaman rumah sendiri, terutama untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga melalui konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa prioritas utama pemanfaatan pekarangan adalah memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga. Setelah kebutuhan tersebut terpenuhi, hasil produksi yang berlebih dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif untuk menambah penghasilan rumah tangga.
Fria berharap KWT dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya dalam memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif, sekaligus mendukung peningkatan produksi pangan dan upaya pengendalian inflasi di Kota Tasikmalaya.
Gapoktan Dorong Penguatan Kelembagaan dan Legalitas
Sementara itu, Koordinator Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Bungursari, Aan Rukiman, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif masyarakat yang mengembangkan budidaya pertanian secara swadaya.
Baca Juga:BRI Peduli Salurkan Paket Sembako Kepada Masyarakat Rentan dan Jemaat di Kota Bandung

