Ragam  

Perempuan Pamijahan Bergerak! KWT Kelompok Tani Kembangkan Cabai, Perkuat Ketahanan Pangan

Menurut Aan, semangat masyarakat dalam mengoptimalkan potensi pertanian di lingkungan sendiri merupakan modal penting yang perlu dipertahankan dan diperkuat melalui pendampingan serta pembinaan berkelanjutan.

Ia berharap KWT Makmur Sejahtera dapat melengkapi legalitas kelembagaan agar memiliki dasar organisasi yang lebih kuat dalam mengembangkan kegiatan pertanian, memperoleh pendampingan, serta mengusulkan program pemberdayaan sesuai kebutuhan kelompok.

“Harapan kami, ke depan legalitas KWT ini bisa dilengkapi dengan baik sehingga kelembagaannya semakin kuat. Dengan begitu, kelompok ini bisa lebih mudah mendapatkan pendampingan dan mengusulkan program-program yang berkaitan dengan bidang pertanian,” ungkap Aan.

Ia menambahkan, koordinasi antara kelompok tani, pemerintah kelurahan, penyuluh pertanian, pemerintah kecamatan, dan pihak terkait lainnya sangat penting agar kebutuhan serta usulan masyarakat dapat disampaikan melalui jalur kelembagaan.

Baca Juga:Wali Kota Viman Alfarizi Resmi Luncurkan Rangkaian Peringatan Hari Jadi Ke-25 Kota Tasikmalaya dan TOF 2026

Aan menegaskan bahwa budidaya yang dilakukan KWT Makmur Sejahtera berawal dari swadaya masyarakat. Hal tersebut menunjukkan adanya kemauan dan kemandirian warga dalam mengembangkan potensi pertanian yang dimiliki.

“Budidaya ini berawal dari swadaya masyarakat. Kami tentu sangat mendukung inisiatif seperti ini. Mudah-mudahan ke depan KWT semakin berkembang, kelembagaannya semakin kuat, dan hasil budidayanya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Ketua KWT : Kunjungan Menjadi Motivasi untuk Terus Berkembang

Ketua KWT Makmur Sejahtera, Iis Trisnawati, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan serta perhatian dari unsur pemerintah, penyuluh pertanian, Gapoktan, dan mahasiswa Universitas Polbangtan Bogor.

Menurut Iis, kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi para anggota untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan budidaya, dan mengembangkan potensi pertanian yang ada di Kampung Pamijahan.

Ia menjelaskan, KWT yang resmi dibentuk pada 1 Oktober 2026 merupakan langkah awal untuk mendorong kaum perempuan agar lebih aktif dalam kegiatan pertanian produktif. Pembentukan kelompok ini diharapkan tidak berhenti pada pembentukan organisasi, tetapi diwujudkan melalui kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat sekitar.

“Kami berharap KWT Makmur Sejahtera ini bisa terus berkembang. Bagi kami, pembentukan kelompok ini merupakan langkah awal untuk bergerak bersama, belajar, dan mengembangkan kegiatan pertanian yang nantinya bisa memberikan manfaat bagi anggota maupun masyarakat,” ungkap Iis.

Ia menuturkan, budidaya cabai Mahkota Dompol menjadi salah satu kegiatan awal yang dikembangkan kelompoknya. Melalui kegiatan tersebut, para anggota diharapkan memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola pertanian, mulai dari pembibitan hingga pemeliharaan tanaman.

Iis mengakui bahwa sebagai kelompok yang masih baru, KWT membutuhkan pendampingan, pembinaan, dan dukungan dari berbagai pihak agar kegiatan yang dirintis dapat berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

Baca Juga:Ketua KTNA Ciamis, Pipin Arip Hari Krida Pertanian Bukan Sekadar Seremonial, Hadir Gairahkan Semangat Petani

Karena itu, ia menyambut baik kunjungan tersebut sebagai kesempatan untuk mendapatkan masukan, memperluas wawasan, dan meningkatkan kemampuan anggota dalam mengembangkan budidaya pertanian.

“Kami ingin KWT ini benar-benar aktif dan memiliki kegiatan yang nyata. Karena itu, kebersamaan, kekompakan, dan gotong royong menjadi hal penting. Kami berharap seluruh anggota bisa terus semangat belajar dan bersama-sama mengembangkan potensi pertanian yang ada,” tuturnya.

Ke depan, Iis berharap KWT Makmur Sejahtera dapat semakin berkembang, baik dari sisi kelembagaan maupun hasil budidaya. Ia juga berharap pendampingan dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga kelompok mampu meningkatkan produktivitas, memperluas kegiatan pertanian, dan membuka peluang tambahan pendapatan bagi keluarga anggota.

“Kami berharap ada bimbingan dan pendampingan dari pihak-pihak terkait agar KWT Makmur Sejahtera bisa semakin maju. Mudah-mudahan apa yang kami mulai hari ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarga serta masyarakat,” pungkasnya.

Kolaborasi untuk Mendorong Pertanian Produktif

Baca Juga:Bentuk Sinergi, Wabup Pelalawan Bersama Jajaran TNI-Polri dan seluruh Elemen Masyarakat Laksanakan Gotong Royong Fasilitas Publik

Kehadiran unsur pemerintah kecamatan, Dinas Pertanian, BPP, Gapoktan, serta mahasiswa Universitas Polbangtan Bogor diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi untuk mendukung perkembangan KWT Makmur Sejahtera.

Pendampingan, penguatan kelembagaan, optimalisasi lahan, dan pengembangan teknik budidaya menjadi sejumlah aspek penting agar kegiatan pertanian yang dirintis masyarakat dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Bagi KWT pengembangan cabai Mahkota Dompol bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, melainkan juga bagian dari upaya pemberdayaan perempuan, penguatan ketahanan pangan keluarga, dan pembukaan peluang ekonomi masyarakat.

Melalui sinergi antara kelompok tani dan berbagai pemangku kepentingan, KWT diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas jenis komoditas yang dibudidayakan, serta berkontribusi terhadap ketersediaan pangan lokal di Kota Tasikmalaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *