USB YPKP Bandung Komitmen Sebagai Kampus Hijau Terus Gelar Kuliah Umum

“Kami membuka ruang, kemudian lahan-lahan kami yang tidur itu bisa dibuat produktif, bisa ditanami, bisa bekerja sama,” ujar Abdul Rivai.

Raffael Mikyal Ashtariq, mahasiswa Jurusan Teknik Elektro USB YPKP Bandung, mengaku kuliah umum tersebut memberinya gambaran bahwa teknologi yang dipelajari di kampus memiliki ruang penerapan yang luas dalam industri hijau, termasuk untuk efisiensi energi dan pemanfaatan Internet of Things (IoT).

Baca Juga:Pasanggiri Jamparingan Perpatri, Wawalkota Tasik: Kedepan Kepedulian Kepada Kegiatan Ini Lebih Ditingkatkan

“Sebagai mahasiswa Teknik Elektro, saya jadi melihat bahwa ilmu yang kami pelajari bisa diterapkan langsung di industri. Kalau ada kesempatan riset atau magang di PTPN I, tentu menarik karena kami bisa belajar dari persoalan nyata di lapangan, tidak hanya dari teori di kampus,” ujar Raffael.

Tantangan Industri Perkebunan Menuju Green Industry

Di balik peluang besar, transformasi menuju industri hijau di sektor perkebunan tidak lepas dari tantangan. Perusahaan dituntut tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga menjaga keseimbangan aspek sosial dan lingkungan di sekitar operasional.

“Semakin banyak yang peduli tentang perkebunan, semakin kami berusaha mencoba menjaga aset kami, dan juga mendorong urusan-urusan ketahanan pangan maupun ketahanan energi,” ungkap Abdul Rivai.

Ia juga menyoroti pentingnya green financing sebagai konsekuensi dari tuntutan pasar internasional. Perusahaan yang ingin menembus pasar global harus berbasis pada prinsip eco-friendly dan bisnis hijau. Edukasi mengenai hal ini, menurutnya, harus dimulai dari kampus.

“Green financing itu dibutuhkan ketika perusahaan-perusahaan ingin mendapatkan bantuan, market, dan pasar di dunia internasional. Itu harus berbasis pada eco-friendly, berbasis pada konteks hijau, bisnis industri hijau. Nah, itu bisa diedukasi mulai dari kampus,” paparnya.

Baca Juga:Musda XI 2026, Arief Arseha Ditetapkan Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya, Secara Aklamasi

Apresiasi untuk Inisiatif Kampus

Abdul Rivai memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah USB YPKP Bandung yang dinilainya visioner. Menurutnya, tidak banyak kampus yang secara aktif membangun komunikasi dengan BUMN dan korporasi untuk mendorong agenda keberlanjutan.

“Ini sesuatu yang luar biasa. Saya mengapresiasi ada upaya-upaya kampus seperti ini, bagaimana mendorong terbangunnya yang disebut dengan Green Campus. Ini akan memicu atau memberi pesan bahwa ke depan kampus ini akan concern dalam masalah-masalah bisnis hijau,” tuturnya.

Ia berharap kolaborasi antara dunia akademis dan industri dapat terus diperkuat, tidak hanya melalui kuliah umum, tetapi juga riset bersama, program magang, dan pengembangan proyek berbasis solusi lingkungan.

Menuju Talenta Inovatif dan Berkelanjutan

Kuliah umum ini menjadi penegasan bahwa sinergi antara kampus dan industri adalah kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan era industri hijau. Mahasiswa didorong tidak hanya memahami konsep keberlanjutan secara teoritis, tetapi juga mampu mentransformasikannya menjadi aksi nyata dan standar profesional di dunia kerja.

Dengan komitmen bersama antara USB YPKP Bandung dan PTPN I, harapan untuk melahirkan talenta-talenta inovatif yang berwawasan lingkungan sekaligus kompetitif di pasar global semakin terbuka lebar.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *