Bandung,Hallo Berita Online.Com-Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Sangga Buana YPKP. Tim mahasiswa dari Program Studi Teknik Elektro berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Lomba Karya Cipta Teknologi (LKCT) yang diselenggarakan di Universitas Udayana pada 11 April 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa USB YPKP mampu bersaing dan menunjukkan kualitas inovasi di tengah kompetisi yang diikuti berbagai perguruan tinggi terkemuka dari seluruh Indonesia.
Tim peraih juara terdiri atas tiga mahasiswa Teknik Elektro, yakni Ardi Hidayat angkatan 2024, Gumilar Maulana Shidiq angkatan 2024, dan Taufiq Ismail angkatan 2025. Ketiganya tampil dengan membawa gagasan inovatif di sektor pertanian melalui pengembangan sistem otomasi dan pemantauan berbasis computer vision. Inovasi tersebut mendapat perhatian dewan juri karena dinilai relevan dengan kebutuhan industri pertanian modern yang semakin membutuhkan efisiensi, akurasi, dan pemanfaatan teknologi digital.
LKCT merupakan ajang kompetisi yang mendorong mahasiswa untuk menghadirkan solusi nyata atas berbagai persoalan di masyarakat melalui karya cipta berbasis teknologi. Dalam perlombaan ini, peserta dituntut tidak hanya memiliki gagasan kreatif, tetapi juga mampu menyusun konsep implementasi, menjelaskan manfaat inovasi, hingga mempresentasikan karya secara sistematis di hadapan dewan juri. Persaingan yang ketat membuat capaian Juara 1 menjadi pencapaian penting bagi tim mahasiswa USB YPKP.
Baca Juga:Kembali Program MBG Menuai Sorotan,SPPG di Tasikmalaya Diduga Sajikan Menu Makanan Ada Belatung
Karya yang dikembangkan tim Teknik Elektro berfokus pada pemanfaatan teknologi visual cerdas untuk mendukung sistem pertanian modern. Melalui sistem tersebut, proses pemantauan dan pengelolaan tanaman dapat dilakukan secara otomatis dengan bantuan sensor dan analisis visual untuk perkembangan pertumbuhan dan deteksi hama. Teknologi ini diharapkan mampu membantu petani dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menekan potensi kesalahan yang kerap terjadi pada proses manual.
Selain itu, inovasi tersebut dirancang sebagai solusi jangka panjang yang dapat terus dikembangkan. Tim menargetkan karya ini tidak berhenti pada tahap prototipe, tetapi dapat diwujudkan menjadi sistem greenhouse terintegrasi yang diterapkan secara nyata. Jika pengembangan berjalan optimal, sistem itu berpotensi digunakan dalam skala lebih besar, termasuk di lingkungan kampus sebagai laboratorium pembelajaran dan riset mahasiswa.
Ketua tim, Ardi Hidayat, mengatakan proses menuju kemenangan tidak berlangsung mudah. Menurutnya, kompetisi ini menjadi pengalaman pertama bagi tim untuk tampil di ajang nasional sehingga seluruh anggota harus beradaptasi dengan ritme persiapan yang lebih serius dan terukur. Mereka harus membagi waktu antara kegiatan perkuliahan, riset, penyusunan proposal, pengembangan sistem, hingga latihan presentasi.
“Pengalaman pertama ini menjadi pembelajaran besar bagi kami, terutama dalam menyatukan berbagai ide dan cara berpikir dalam tim,” ujar Ardi.

