Pewarta: Usup Supriatna.
Purwakarta,Hallo Berita Online. Com- Di bawah kepemimpinan Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, Polres Purwakarta terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran obat keras ilegal yang membahayakan masyarakat. Melalui Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba), polisi kembali berhasil mengungkap kasus peredaran sediaan farmasi tanpa izin edar jenis Hexymer dengan mengamankan seorang pria berinisial M.J. (28), warga Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.
Tersangka diamankan oleh Unit II Satresnarkoba Polres Purwakarta yang dipimpin IPTU Denis Ari Mulyadi, pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB di Kampung Sukadingin, Desa Nangewer, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.
Dari hasil penangkapan tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa 50 butir obat keras jenis Hexymer yang disimpan dalam bungkus plastik bening di dalam bekas bungkus rokok Magnum Filter, serta satu unit telepon genggam iPhone berwarna biru yang diduga digunakan sebagai sarana komunikasi dalam aktivitas peredaran obat keras ilegal.
Baca Juga:Diky Chandra Hadiri Haflah dan Imtihan LPI Al Mubtadiin Cibatur Mangkubumi
Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Purwakarta, IPTU Try Sumarno, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut merupakan tindak lanjut dari informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran obat keras tanpa izin edar di wilayah Kecamatan Darangdan.
“Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui bahwa obat keras jenis Hexymer tersebut merupakan miliknya yang diperoleh dengan cara membeli dari tersangka lain berinisial F.F., yang penanganan perkaranya dilakukan secara terpisah. Tersangka juga mengakui obat tersebut dibeli untuk diedarkan kembali dan sebagian telah dijual kepada beberapa orang,” jelas IPTU Try Sumarno.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka M.J. diketahui merupakan residivis dalam perkara tindak pidana peredaran sediaan farmasi tanpa izin edar pada tahun 2023. Saat ini penyidik masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pemasok obat keras ilegal tersebut, termasuk menelusuri asal-usul barang bukti yang diperoleh tersangka.

