Pewarta: H Amir.
Kota Tasik,Hallo Berita Online.Com-Terkait dengan permasalahan banyaknya toko dan ribuan jongko yang kosong alias di tutup di pasar Cikurubuk itu ada beberapa faktor penyebabnya. Terutama karena kondisi ekonomi, dipengaruhi pula dengan kondisi pasar Cikurubuk yang membuat rasa ketidak ketertarikan para konsumen untuk berbelanja yang kondisinya tidak sangat nyaman, terutama di komoditas pakaian. Tentulah dengan keadaan seperti ini membuat jeritan para pedagang.
“Di tengah penjualan yang terpuruk karena kurangnya daya beli konsumen, para pedagang pun mendapatkan kabar bahwa tarif retribusi justru mengalami kenaikan yang terhitung sangat signifikan”,ungkap Ketua Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (HIPPATAS) H.Ahmad Jahid, SH., ke awak media pada Minggu (19/04/26).
Menurutnya,kenaikan tarif retribusi yang sebelumnya Rp 300 per meter per hari kini menjadi Rp 500 per meter per hari. Jadi kalau di akumulatif perhitungannya, misalkan seorang pedagang memiliki sebuah kios yang berukuran 3×4 meter jadi beban retribusi ysng harus di bayarkan yang semula Rp 3600 menjadi Rp 6000 perharinya, atau sekitar Rp 180 ribu per bulannya.
Baca Juga:Bupati Ciamis Dorong Program Makanan Bergizi Gratis Jadi Motor Penggerak Ekonomi Lokal
Tentu lah beban retribusi yang harus di bayarkan itu terasa berat, mengingat penghasilan per hari pada saat ini mengalami penurunan.
“Saat ini diakuinya, banyak pedagang mengeluhkan sepinya pembeli. Bahkan hingga lewat siang hari mereka belum dapat penglaris,”ujarnya.
Ia mencontohkan pedagang fashion yang biasanya mengandalkan akhir pekan, kini seharian hanya didatangi dua sampai tiga calon pembeli, bahkan tidak ada sama sekali.

