Pewarta:Roni KP.
Cianjur,Hallo Berita Online.Com-Kementrian Pertanian melalui, Direktorat aneka kacang dan umbi (AKABI) Tahun 2026, salurkan bantuan bibit kedelai, selain bibit petani mendapat juga obat- obatan, serta pupuk.Bantuan diberikan melalui para kelompok tani (Poktan).
Dalam penyaluran batuan tersebut AKABI bekerja sama dengan dinas pertanian di masing-masing kabupaten. Seperti kabupaten Cianjur salah satu kabupaten yang mendapat bantuan tersebut, untuk para Poktan, yang penyaluran di balai penyuluh pertanian di masing- masing kecamatan yang diawasi oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).
Namun bantuan bibit kedelai serta pupuk dan obat-obatan untuk pertanian dijadikan ajang korupsi oleh oknum PPL, dimana pihak PPL yang seharusnya ikut menjaga,serta membimbing serta mensukseskan program pemerintah,malah menjadi tikus di lumbung pemerintah.
Baca Juga:Menjaga Marwah PWI Jawa Barat di Era AI: Tantangan Berat yang Menuntut Solidaritas Lintas Generasi
Salah satunya oknum MM salah seorang Pegawai Negri Sipil (PNS) bertugas sebagai PPL di kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur,diduga menyunat bantuan bibit kedelai, bantuan bagi Poktan penerima bibit kedelai.
Menurut salah ketua kelompok tani karyatani 2 ,bahwa pihaknya menerima bantuan benih kacang kedelai sesuai dengan ajuan lahan seluas 5 hektar,

