Ragam  

Menjaga Marwah PWI Jawa Barat di Era AI: Tantangan Berat yang Menuntut Solidaritas Lintas Generasi

Oleh Tantan Sulthon B.

Bandung,Hallo Berita Online.Com-Tantangan yang dihadapi dunia pers hari ini benar-benar tidak main-main. Di tengah gempuran teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), ruang redaksi dituntut bergerak secepat kilat. Tapi, di balik kecepatan itu, ada harga mahal yang dipertaruhkan: kepercayaan publik.

Realitas inilah yang mendasari pandangan Tantan Sulthon B, M.Sos., calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2026-2031. Baginya, organisasi bukan sekadar urusan administrasi atau papan nama belaka. Lebih dari itu, ia adalah rumah bersama yang menentukan ke mana arah kemudi pers daerah akan melangkah saat badai disrupsi melanda.

Menjinakkan AI Tanpa Kehilangan Hati Nurani.

Dunia media saat ini berubah sangat radikal. Cara berita diproduksi dan dikonsumsi masyarakat sudah jauh berbeda dibanding sedekade lalu. Informasi saling berkejaran dalam hitungan detik. Imbasnya, akurasi kerap kali dikorbankan demi kecepatan. Menariknya, dalam situasi penuh tekanan ini, Tantan mengingatkan kita semua pada tesis klasik Bill Kovach dan Tom Rosenstiel.

Baca Juga:Hadiri Gebyar ke-26 Tridjaya Group, Sekda Subang Berharap Terus Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Dia menegaskan bahwa esensi jurnalisme tetap sama sampai kapan pun, yaitu menyajikan informasi valid agar masyarakat tetap merdeka dan mampu mengatur dirinya sendiri.

Oleh karena itu, organisasi wartawan di Jabar punya pekerjaan rumah yang besar. Lembaga ini harus mampu menyulap diri menjadi laboratorium belajar yang dinamis. Wartawan didorong untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi AI. Namun ingat, adopsi teknologi tidak boleh sampai menggerus jati diri wartawan sebagai perawat kebenaran. Teknologi hanyalah alat bantu, sementara hati nurani dan komitmen pada fakta tetap menjadi ruh utama yang tidak bisa digantikan oleh mesin pintar mana pun.

Ujian Kedewasaan dan Rumah yang Ramah Lintas Generasi.

Sebuah bangunan yang besar tentu tidak luput dari terpaan angin kencang. Begitu pula dengan dinamika internal yang belakangan ini mewarnai perjalanan “PWI Jawa Barat”. Silang pendapat dan perbedaan pilihan di internal organisasi sebenarnya adalah hal yang sangat lumrah. Padahal, gesekan seperti ini kerap kali memicu polarisasi jika tidak dikelola dengan bijak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *