“Untuk pembangunan kelas di borong oleh orang Bekasi berdasar informasi merupakan keluarga guru yang mengajar di SD Binakarya sementara pekerjanya pun bukan warga sekitar.
“Kami selaku warga hanya menjadi penonton saja”ujar Warga tersebut yang meminta agar identitas tidak di publikasikan.
“Adapun pembuangan limbah oleh pelaksana di borongkan kepada dua tiga orang warga,hanya sebatas pembuangan puing bangunan yang di robohkan”,tambah warga tersebut.
Saat wartawan halloberitaonline. com,menginvestigasi ke sekolah pekerjan pembangunan sedang berlangsung,namun saat akan mengkonfirmasi pekerjaan kepada kepala sekolah selaku menejer dan penanggung jawab pembagunan, kepala sekolah sedang tidak ada di tempat.
“Begitupun dengan ketua panitia pembangunan satuan pendidikan (P2SP),SDN Binakarya,menurut salah seorang pekerja ketua juga tidak ada di tempat,”kata pekerja.
Hingga berita ini tayang baik Kepala Sekolah maupun P2SP belum bisa dimintai tanggapannya.

