Grand Launching “Lentera” Kelompok Arunika Mahasiswa Kesehatan Unsil, Disambut Antusias Masyarakat Kelurahan Lengkongsari

Pewarta:H Amir.

Kota Tasik,Hallo Berita Online.Com-Sebelum dilaksanakannya launching Lentera (LangkahTerpadu Cegah Hipertensi Keluarga) Mahasiswi Kesehatan Universitas Siliwangi yang tergabung dalam Kelompok Arunika terlebih dahulu telah turun ke tengah masyarakat dan mewancarai beberapa warga terkait bagaimana kesehatannya dan bagaimana pola hidup warga tersebut,kata Ketua Kelompok Arunika, Rahayu Dwi Kurnia ke awak media Selasa (21/04/2026).

Kita pun telah mengumpulkan data bahwa hipertensi ini di Kelurahan Lengkongsari ini terhitung paling tinggi, oleh karenanta berdasarkan ham tersebut kami dari Kelompok Arunika mengusung program Lentera ini untuk mencegah hipertensi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah perencanaan dan evaluasi kesehatan yang diamou oleh Bapak Rian Arie Gustamab, S.KM., M.KM, yang mana para mahasiswa diminta untuk merancang dan melaksanakan intervensi kesehatan berbasis masalah nyata di masyarakat.

Baca Juga:Tekankan Kolaborasi dan Peran Masyarakat, Bupati Ciamis Buka Musrenbang RKPD 2027

Berdasarkan data yang kami peroleh, angka hipertensi di Kelurahan Lengkongsari masih cukup tinggi. Masyarakat banyak yang belum tahu dirinya mengidap hipertensi karena memang gejalanya tidak terlihat, tapi sangat berbahaya.

Mendorong perubahan perilaku dari level paling dasar Dari hasil asesmen awal, tim menemukan beberapa faktor risiko yang dominan. Mulai dari konsumsi garam berlebih, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, hingga rendahnya kebiasaan cek tekanan darah rutin. Sebagian warga bahkan baru tahu tensinya tinggi saat ikut pemeriksaan gratis yang digelar mahasiswa.

Melalui Lentera, mahasiswa Unsil ingin mendorong perubahan perilaku dari level paling dasar, yaitu keluarga.

Program ini menekankan empat pilar. Pertama, cek kesehatan secara berkala, terutama tekanan darah. Kedua, pengaturan pola makan rendah garam, rendah lemak, dan tinggi serat. Ketiga, peningkatan aktivitas fisik ringan yang bisa dilakukan di rumah. Keempat, edukasi keluarga agar mampu menjadi “pengawas” kesehatan bagi anggotanya.

Jika berhasil, model Lentera akan direplikasi ke kelurahan lain yang punya masalah serupa. Harapannya sederhana, warga sehat, keluarga peduli, hipertensi terkendali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *