Karena kebanyakan dari mereka pasti tanpa diminta atau disuruh pun akan mengangkat segala macam potensi yang ada di daerah.Sehingga kerjasama para pemimpin daerah di mana pun juga bisa tergerak untuk bisa bekerjasama dengan media-media lokal karena merekalah sebetulnya lebih memahami tentang potensi-potensi yang ada.
“Bahkan tidak sedikit para pemimpin yang bisa jadi dia jadi tamu saja, tidak mengerti wilayah lokal, tapi lebih tahu pers di bandingkan pemimpinnya,” imbuhnya.
Baca Juga:Peringati HUT ke-78, Sekda Subang Hadiri Senam Sehat dan Cek Kesehatan Gratis MassalĀ
Ia juga menekankan pentingnya peran pers lokal yang dinilai lebih memahami potensi daerah dibanding sebagian pemimpin.
Diky turut mengingatkan agar ekosistem penyiaran tidak justru melemahkan literasi masyarakat. Ia menyoroti kecenderungan masyarakat yang semakin dimanjakan dengan tontonan instan, sehingga minat membaca menurun.
“Kalau semua serba lihat dan dengar, membaca jadi berat. Padahal literasi itu fondasi kecerdasan,”katanya.
Ia pun mendorong agar insan penyiaran dan pers tetap menjaga independensi serta menyajikan informasi secara tulus dan objektif, tanpa terjebak kepentingan tertentu.
“Kegiatan ini menjadi penegas bahwa masa depan penyiaran di Priangan Timur, termasuk Kota Tasikmalaya, tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi juga oleh kesadaran kolektif dalam menjaga identitas budaya di tengah derasnya arus digital yang pelan tapi pasti menggerus nilai-nilai lokal,” pungkasnya.

