“SMA Negeri Dua melahirkan banyak lulusan hebat. Kalau potensi ini disatukan, saya yakin banyak hal positif bisa kita lakukan untuk Kota Tasikmalaya,” ujarnya.
Sementara, Ketua Umum Alumni SMANDA angkatan 1999, Iman Hilman, menyebut momen ini sebagai Reuni Perak. Istilah perak dipilih karena usia kelulusan sudah menginjak 26 tahun, angka yang merefleksikan kematangan sekaligus kekilauan kebersamaan.
Reuni ini sebenarnya sempat tertunda dua tahun karena berbagai kondisi. Alhamdulillah hari ini bisa terlaksana. Teman-teman datang dari berbagai kota, ada yang dari Jakarta, Bandung, dan wilayah lainnya
Tujuan utama reuni bukan sekadar kumpul-kumpul. Lebih dari itu, acara ini menjadi wadah untuk memperkuat silaturahmi, membuka jejaring, dan merancang kontribusi nyata untuk almamater serta Kota Tasikmalaya.
“Berbagai rangkaian acara disiapkan panitia. Mulai dari pemutaran video dokumenter perjalanan angkatan 1999, penampilan musik akustik lagu-lagu era 90-an, hingga sesi testimoni yang membuat suasana haru. Tak ketinggalan, doa bersama untuk guru dan rekan yang telah berpulang dipanjatkan dengan khidmat, “jelasnya.

