Kota Tasik,Hallo Berita Online.Com-
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, Drs. KH. Tetep Abdulatif, M.Ag., atau yang akrab disapa Ust. Tetep, menggelar kegiatan Reses III Tahun Sidang 2025–2026 di Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya,Kamis (18/6/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, kritik, saran, serta gagasan pembangunan yang diharapkan dapat diperjuangkan melalui DPRD Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan reses tersebut dihadiri oleh jajaran DPD PKS Kota Tasikmalaya, pengurus DPC PKS Kecamatan Bungursari, pengurus DPRA PKS Kecamatan Bungursari, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta warga setempat yang antusias mengikuti jalannya acara.
Baca Juga:Fredy Kristianto Menang Lagi di PN Ciamis, Gugatan Wahyu Hidayat Tidak Dapat Diterima
Dalam sambutannya, Ust. Tetep menegaskan bahwa reses merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab anggota legislatif untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
“Reses adalah kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan dan harapan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan akan kami perjuangkan agar dapat menjadi bagian dari program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ust. Tetep menjelaskan bahwa kegiatan reses tidak hanya bertujuan menyerap aspirasi berupa kritik, saran, dan usulan pembangunan dari masyarakat, tetapi juga menjadi sarana menghimpun gagasan-gagasan besar yang lahir dari berbagai lapisan masyarakat.
“Reses itu pada dasarnya untuk menyerap berbagai masukan, kritik, saran, aspirasi, termasuk ide-ide brilian dari masyarakat demi kemajuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui DPRD Provinsi Jawa Barat. Kami meyakini bahwa ide-ide kreatif dan gagasan cemerlang itu banyak lahir dari masyarakat. Karena itu kami turun langsung ke lapangan untuk mendengar dan menampungnya,” ujar Ust. Tetep.
Menurutnya, dalam pelaksanaan reses pihaknya kerap melakukan pendekatan kepada berbagai kelompok masyarakat agar aspirasi yang diperoleh lebih spesifik dan menyentuh berbagai sektor pembangunan.
“Kami melakukan segmentasi dalam menjaring aspirasi. Ada kalanya kami bertemu dengan komunitas guru Pendidikan Agama Islam, organisasi PGRI, kalangan pesantren, petani, peternak, pelaku usaha, dan berbagai profesi lainnya. Kami juga bersilaturahmi dengan unsur pemerintahan seperti RT, RW, kepala desa, serta berbagai elemen masyarakat lainnya. Tujuannya adalah menampung ide-ide besar dari masyarakat untuk kemajuan Jawa Barat dalam berbagai bidang,” jelasnya.

