Dalam arahannya, Kepala BNPB juga mengingatkan bahwa Jawa Barat memiliki potensi ancaman gempa bumi yang berasal dari Sesar Lembang.
Menurutnya, meskipun waktu terjadinya gempa tidak dapat diprediksi secara pasti, pemerintah daerah bersama masyarakat harus terus meningkatkan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan.
“Keberadaan Sesar Lembang merupakan salah satu ancaman yang harus diwaspadai. Karena itu, langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan perlu dilakukan secara berkelanjutan guna mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian akibat bencana,”katanya.
Sementara itu, Kasdim 0625/Pangandaran Mayor Inf. M. Junaedi, S.I.P., menyampaikan bahwa TNI siap mendukung seluruh program mitigasi dan penanggulangan bencana yang dilaksanakan pemerintah daerah serta BNPB.
“Kegiatan rapat koordinasi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Pangandaran yang tangguh, siap, dan responsif terhadap berbagai ancaman bencana,” ungkapnya.
Ia menambahkan,melalui koordinasi yang baik, komunikasi yang efektif, serta kesiapsiagaan yang terus ditingkatkan.
“Diharapkan penanganan bencana di Kabupaten Pangandaran dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan terintegrasi demi keselamatan masyarakat,”kata Kasdim 0625/Pangandaran.

