Deny Romdony: Dapur SPPG di Kota Tasikmalaya Diminta Lengkapi Perizinan Sebelum Berjalan

MBG ini hebat di promosi, tapi jelek di bawah, yang faktanya terlihat di menu-menu MBG yang di berikan itu. Padahal kan soal harga itu sudah di flot dari pusat tapi tidak sesuai di lapangan.

Banyak juga menu MBG yang di kembalikan oleh sekolah karena berbagai alasan.

Anggaran untuk MBG itu kan sekitar Rp 1.2 Triliun, ngeri alokasi yang di cabut anggaran Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan,

Baru juga kerja sudah di kasih motor, gaji dan mau diangkat ASN, sementara para Guru yang sudah mengabdikan diri berpuluh-puluh tahun cuma mendapat gaji sekitar Rp 300 ribu, saya akui sedih melihatnya, tapi tidak bisa berbuat apa-apa.

Para teman-teman Ormas yang beraudiensi pun menanyakan akan keberadaan kantor BGN di Kota Tasikmalaya, kita juga dari DPRD Kota Tasikmalaya juga tidak tahu.

Baca Juga:Gerak Cepat Polres Purwakarta Amankan Terduga Pelaku Tawuran di Sukatani.

Kami dari PDI Perjuangan tidak di perbolehkan mengelola atau apa pun namanya yang berkaitan dengan program MBG, karena itu duit rakyat yang harus benar-benar disalurkan, sementara fakta di lapangan tidak seperti yang diharapkan yang dapat membuat anak sehat, gimana mau sehat kalau menunya seperti itu.

Ini bukan hoak tapi ini fakta yang terjadi di lapangan, tapi kenapa pada buta termasuk Pemkot Tasikmalaya yang tidak mengantisipasi itu.

“Kita tidak punya kewenangan, kita hanya dapat melaporkan saja keadaannya seperti ini, adapun di follow up atau tidaknya itu wewenang pusat, ” Papar H Deny.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *