Baca Juga:Hari K3 Sedunia, Sekda Subang Tekankan Pentingnya Sinergi dan Keselamatan Kerja
” Di tengah geliat pembinaan usia dini yang mulai dirajut serius, satu hal menjadi catatan: mimpi besar sepak bola Tasikmalaya tak cukup hanya ditopang semangat dan ia butuh lapangan yang layak, kebijakan yang konsisten, dan komitmen yang tak sekadar menggema saat seremoni, “kata H Wahid.
Sementara, Plt Sekretaris PSSI Jawa Barat, Muhamad Jaelani Saputra, menegaskan bahwa selama ini pembinaan lebih fokus pada kelompok usia Liga Suratin (U-13, U-15, U-17) hingga Liga 4.
Sementara kelompok usia di bawahnya seperti U-10 hingga U-12 justru kurang mendapat perhatian.
Baca Juga:Kodim 0610/Sumedang Bersama Baznas Percepat Rehab Sebelas RTLH, Salah Satunya di Kecamatan Surian
Padahal usia grass root ini adalah pondasi. Kita tidak bisa hanya membangun tim senior tanpa fondasi yang kuat dari bawah. Di sinilah sportivitas, pemahaman aturan, dan budaya fair play dibentuk sejak dini
Ia juga menyoroti pentingnya membuka ruang bagi sepak bola putri. Menurutnya, pembinaan tidak boleh lagi terjebak pada satu gender.
Banyak anak perempuan yang ingin bermain bola. Ini juga bagian dari kesehatan dan pembinaan. Kita siapkan juga liga untuk putri.
Baca Juga:Jaga Kesehatan dan Kebersamaan, Kajati Jabar Resmikan Gedung IAD dan Lapangan Tenis Kejari Cianjur
Lebih jauh, Jaelani menjelaskan skema kompetisi berjenjang.
Dari tingkat kota/kabupaten, tim terbaik akan melaju ke regional Priangan Timur, lalu ke tingkat provinsi hingga nasional.
Untuk wilayah Priangan, terdapat lima daerah—Pangandaran, Banjar, Ciamis, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Tasikmalaya—yang akan bersaing memperebutkan tiket ke level berikutnya.Informasi Kota Tasikmalaya
Baca Juga:Gerak Cepat Polres Purwakarta, Pelaku Pencurian di Gang Beringin Berhasil Diamankan
Di sisi lain, program pembangunan lapangan sepak bola di tiap kecamatan yang diwacanakan pemerintah juga disinggung.
PSSI Jabar, kata dia, ingin memastikan pembangunan infrastruktur sejalan dengan kesiapan sumber daya manusia.Berita Kabupaten Tasikmalaya
“Jangan sampai lapangannya ada, tapi pemainnya tidak ada. Yang kita bangun itu bukan hanya fisik, tapi manusianya juga,” sindirnya, setengah berkelakar.

