Atas nama sejarah dan budaya, saya menyambut baik ikhtiar bersama ini. Pengungkapan fakta-fakta sejarah harus dilakukan secara objektif,hati- hati, dan penuh kesabaran agar menghasilkan pemahaman yang utuh bagi generasi mendatang.
Ia menegaskan bahwa pelurusan sejarah merupakan proses yang memerlukan pendekatan ilmiah dan bijaksana. Perbedaan pandangan yang muncul dalam kajian sejarah adalah hal yang wajar, namun tidak boleh menjadi alasan untuk menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
“Pelurusan sejarah perlu dilakukan dengan cara yang tidak emosional. Perbedaan pendapat pasti ada, tetapi jika tujuannya untuk kebaikan bersama, maka mari kita luruskan dengan cara yang ma’ruf, melalui dialog, kajian, dan saling menghormati, bukan dengan emosi,”tegasnya.
Baca Juga:Masuknya Ino Darsono ke PSI di Luar Perkiraan Ketua Gerindra Pangandaran
Melalui silaturahmi tersebut, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, budayawan, sejarawan, dan Kesultanan Cirebon dalam mengungkap serta melestarikan sejarah dan warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat Tasikmalaya,”pungkasnya.

