Baca Juga:Jaga Harmonisasi, Prokopim Ciamis Gelar Silahturahmi Bersama Insan Pers
Selama kurang lebih lima tahun delapan bulan bertugas, Yadi menilai keamanan di dalam lapas tidak hanya berkaitan dengan pengamanan fisik di balik jeruji.
”Pengamanan itu bukan hanya sekadar pengamanan fisik di balik jeruji, tetapi yang lebih utama adalah pengamanan hati. Kalau hatinya sudah kita kunci, insyaallah keberhasilan itu akan mengikuti,” ungkapnya.
Ia bersyukur selama masa kepemimpinannya tidak terjadi gangguan keamanan dan ketertiban yang berarti di Lapas Tasikmalaya. Namun, menurut Yadi, capaian tersebut bukan semata-mata karena dirinya, melainkan berkat kerja sama seluruh jajaran dan dukungan berbagai pihak.
”Selama ini keberhasilannya, untuk bagian pengamanan, terhitung aman. Tidak ada gangguan keamanan dan ketertiban. Itu sebenarnya sudah menjadi bagian dari prestasi,” katanya.
Meski demikian, Yadi menegaskan bahwa tugas yang dijalankannya bukan semata-mata untuk mengejar prestasi.
”Kami bukan hanya sekadar menjalankan tugas atau mengejar prestasi, tetapi bekerja lillahi ta’ala, mengamankan Lapas Tasikmalaya dengan hati,” ujarnya.
Ia berharap kondisi keamanan di Lapas Tasikmalaya dapat terus terjaga di masa mendatang. Menurutnya, keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan pihak eksternal dan seluruh jajaran yang bekerja bersama.
Sementara itu, Kepala Pengamanan Lapas Kelas IIB Tasikmalaya yang baru, Dimas Aditya Naraharyya, mengatakan dirinya akan segera melakukan adaptasi dan koordinasi dengan seluruh sektor di lingkungan lapas.
Dimas menyatakan akan melanjutkan berbagai hal positif yang telah dilakukan Yadi Suryaman. Sementara program yang dinilai masih perlu diperbaiki akan dievaluasi dan dibenahi secara bersama-sama.
”Yang sudah baik yang dilakukan Pak Yadi akan kita lanjutkan, sementara yang masih kurang baik akan kita benahi bersama-sama.
Aspek keamanan tidak dapat dipisahkan dari program pembinaan warga binaan. Karena itu, ke depan pihaknya akan memberikan perhatian lebih terhadap berbagai kegiatan pembinaan, termasuk olahraga dan program kemandirian.
Baca Juga:Pertandingan Turnamen Bola Voli Dusun Kadupugur Antara Tim RT 036 dan RT 037, Berlangsung Seru dan Penuh Sportivitas
”Keamanan itu tidak bisa berdiri sendiri tanpa program pembinaan. Mungkin kita akan lebih menonjolkan program pembinaan, seperti kegiatan olahraga maupun kegiatan kemandirian lainnya,” jelasnya.
Dimas juga menyatakan siap berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai berbagai persoalan yang dihadapi Lapas Tasikmalaya, termasuk masalah kelebihan kapasitas serta rencana penataan dan renovasi lapas.
“Dengan adanya pergantian kepemimpinan tersebut, Dimas berharap sinergi antara Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, pemerintah daerah, masyarakat, serta berbagai instansi terkait dapat semakin kuat demi menciptakan keamanan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan, “jelasnya.
Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata, sesi foto bersama, dan doa bersama. Momen perpisahan ini menjadi bukti bahwa di balik seragam dan tugas berat, ada kebersamaan dan kekeluargaan yang kuat di Lapas Kelas II B Tasikmalaya.

