“Kami datang dengan niat baik, kami datang secara resmi, kami membawa data dan bukti. Yang kami minta sederhana: klarifikasi terbuka dan penjelasan yang jujur. Tapi sayang, saat kami tanya kemana beliau, Sekdes Ibu Irma menjawab sedang ziarah ke Cirebon. Bukankah ini waktu kerja? Mengapa menghindar saat diminta pertanggungjawaban? Kalau tidak ada yang ditutupi, untuk apa lari?” ujar perwakilan Laskar NKRI DPD Subang.
Ketua DPD LSM LASKAR NKRI kabupaten Subang ( Anton Nugraha, S.H.,CPM.,CPLO., C.Neg.,CPS.,CPL ) menegaskan bahwa langkah audiensi ini bukan mencari permusuhan, melainkan upaya menegakkan hak warga atas transparansi pengelolaan dana desa. Desa Ciruluk adalah milik seluruh warga, bukan milik perorangan. Setiap rupiah anggaran yang masuk dan keluar wajib dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.
Kami tegaskan:
1. Kami datang dengan niat baik, bukan dengan amarah
2 Kami membawa bukti, bukan sekadar tuduhan.
3. Kami minta klarifikasi, bukan konfrontasi.
4. Menghindar dengan alasan apa pun bukan solusi justru memperkuat dugaan adanya yang ditutupi.
Baca Juga:Wawalkota Tasik, Diky Chandra Takjub Akan Program Forum Pelajar Kabupaten dan Kota Tasikmalaya
“Kami tidak akan berhenti. Selama belum ada penjelasan yang jelas dan terbuka, kami akan terus mengawal. Menghindar dari kami sama saja menghindar dari warga Desa Ciruluk yang menuntut kebenaran. Ziarah boleh, tapi tanggung jawab terhadap warga lebih wajib.” tegasnya.

