Diky mengingatkan, derasnya informasi digital kerap menggerus adab. Karena itu, ia mendorong orang tua dan guru MDTA terus menanamkan akhlak mulia sejak dini.
Teknologi boleh canggih, tapi kalau akhlak runtuh, kita kehilangan segalanya.
Kepada para santri, Diky memberi motivasi khusus. Ia meminta mereka tak lelah belajar, menghormati guru, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
“Kalian calon pemimpin. Jaga hafalan, jaga sikap. Kota Tasikmalaya butuh generasi yang cerdas sekaligus santun,”ucap Diky Chandra.

