Mitembeyan Hari Jadi Purwakarta ke-195 dan Kabupaten ke-58: Mengawali Rangkaian dengan Doa dan Tradisi “Muru Indung Cai”

“Air bisa tetap ada meskipun kita tidak ada, tetapi kita tidak akan bisa ada tanpa air. Bumi ini, salah satu tuan rumah utamanya adalah air. Dari total air di dunia, 97 persen ada di laut, 2 persen membeku, dan yang kita gunakan sehari-hari untuk minum, mandi, dan kebutuhan lainnya itu hanya 1 persen. Termasuk yang ada di Cibulakan,” ujar Bupati yang akrab disapa Om Zein tersebut menggunakan bahasa Sunda.

Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan alam seperti yang telah diajarkan oleh para leluhur terdahulu. Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur yang megah akan menjadi sia-sia jika sumber daya air dan alam dirusak.

Baca Juga:Respons Cepat Satpolairud Polres Purwakarta Tangani Kebakaran Keramba Jaring Apung di Waduk Jatiluhur

“Mengapa setiap tahun dalam hari jadi Purwakarta kita selalu melaksanakan Muru Indung Cai? Tujuannya supaya mata air kita tetap dijaga, jangan dirusak. Kuncinya, hutan harus tetap ada, tebing harus tetap ditanami bambu. Jika hutan dirusak, hidup kita akan sengsara. Percuma kita membangun bangunan megah sekarang, tapi gunung dirusak, pohon bambu di tebing habis, sawah dan kolam hilang. Pembangunan kita akan mubazir,” tambahnya.

Melalui momentum Hari Jadi tahun ini, Pemkab Purwakarta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali pada kearifan lokal dalam menjaga hutan, tebing, lembah, dan aliran air demi keberlangsungan hidup generasi masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *