Sementara itu, Ketua HNSI Kabupaten Pangandaran H. Jeje Wiradinata menegaskan bahwa pelaksanaan Hajat Laut harus dimaknai sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki dan hasil laut yang diberikan kepada masyarakat, khususnya para nelayan.
Menurut Jeje, momentum 1 Muharam sangat tepat karena selain menandai pergantian tahun baru Islam, juga mengingatkan umat Islam pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.
Tanggal 1 Muharam adalah hari yang tepat untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada kita. Selain itu, hari tersebut merupakan momentum hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah yang memiliki makna mendalam bagi umat Islam,” kata Jeje.
Baca Juga:Plt Gubernur Riau Lantik 77 Kepala Sekolah Tingkat SMA, SMK, dan SLBN, Ini Nama-namanya
Ia menambahkan, masyarakat harus memahami bahwa tradisi Hajat Laut tidak boleh disalahartikan sebagai kegiatan yang mengandung unsur kemusyrikan.
“Hajat Laut jangan sampai menimbulkan pemahaman yang mengarah pada kemusyrikan. Kegiatan ini adalah bentuk syukur dan pelestarian budaya yang harus tetap berlandaskan nilai-nilai agama,” tegasnya.
Melalui sosialisasi tersebut, panitia berharap seluruh rangkaian kegiatan Hajat Laut dapat berjalan lancar, aman, serta menjadi daya tarik wisata yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan sektor pariwisata Kabupaten Pangandaran.

