Kolaborasi juga dilakukan dengan mahasiswa Institut Pertanian Bogor melalui pengembangan Solar Drayer Home Presisi, alat pengering jagung bertenaga surya yang diharapkan mampu menjaga kualitas hasil panen sekaligus menekan biaya operasional petani.
Menurut Fadly, keterlibatan akademisi menjadi faktor penting agar inovasi pertanian berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diterapkan secara efektif di lapangan.
Polda Jabar juga membuka akses pemanfaatan lahan yang belum produktif melalui program Pinjam Manfaat Lahan Presisi bekerja sama dengan PTPN dan Perhutani. Lahan tersebut dimanfaatkan petani binaan untuk meningkatkan luas tanam jagung dan mendukung peningkatan produksi pangan daerah.
Sementara itu, konsep pertanian berkelanjutan diwujudkan melalui program Zero Waste Presisi yang memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai bahan baku pupuk organik dan media tanam. Program ini tidak hanya mendukung produktivitas pertanian tetapi juga membantu mengurangi volume sampah.
Inovasi lainnya mencakup pengembangan Pupuk Organik Pak Bhabin berbahan campuran kotoran kerbau, abu vulkanik, sekam, dan molase, serta program Penanaman Uwi di Lahan PTPN sebagai upaya diversifikasi pangan lokal.
Baca Juga:Antusias Diserbu Pembeli, Bupati Muara Enim Harapkan GPM Bantu Kebutuhan Masyarakat Sambut Hari Raya
Untuk mendorong keterlibatan seluruh jajaran kepolisian dalam program ketahanan pangan, Polda Jabar juga akan menggelar Lomba Ketahanan Pangan Piala Jagung Kapolda Jabar 2026 yang mulai berlangsung pada 10 Juni 2026.
Kompetisi bertema “Kemandirian Pangan adalah Kekuatan Negara” tersebut akan diikuti seluruh Polres, Polresta, dan Polrestabes di wilayah hukum Polda Jawa Barat.
Melalui sembilan inovasi yang diluncurkan, Polda Jabar berharap dapat menciptakan model pemberdayaan pertanian yang tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan petani dan mempercepat terwujudnya ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
“Ketika petani sejahtera dan produksi pangan meningkat, maka ketahanan pangan nasional akan semakin kuat,” tutup Fadly Samad. (*)

